Latar Belakang : Angka komplikasi berat akibat penggunaan kontrasepsi pada wanita di seluruh Indonesia terbilang tinggi seperti penggunaan intra uterin device (IUD). Tingginya tingkat komplikasi akibat pemakaian kontrasepsi bagi wanita dapat menjadi kepedulian untuk pria mengambil alih tanggung jawab menjadi akseptor. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi pria dalam KB antara lain : terbatasnya sosialisasi dan promosi KB pria, adanya persepsi bahwa wanita yang menjadi target program KB, terbatasnya akses pelayanan KB, terbatasnya metode kontrasepsi pria, kualitas pelayanan KB pria belum memada
Tujuan : Untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi keputusan suami menggunakan KB vasektomi di Desa Karangpari Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes tahun 2011
Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrosfektif. Sampel yang digunakan adalah sampling kuota, sampel penelitian ini adalah pasangan usia subur. Sampel pada penelitian ini 40 responden
Hasil : Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar umur respoden adalah 20-35 tahun sebanyak 19 responden (47,5%), tingat pendidikan responden adalah pendidikan menengah sebanyak 24 responden (60%), tingkat pendapatan keluarga adalah sedang sebanyak 18 responden (45%), memiliki paritas multipara sebanyak 21 responden (52,5%).
Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi keputusan suami menggunakan KB vasektomi dipengaruhi oleh umur, pendidikan, pendapatan, paritas.
Keputusan Suami KB Vasektomi
. (2012). Gambaran Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Suami Menggunakan Kb Vasektomi Di Desa Karangpari Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id