Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Makanan Tambahan dengan Status Gizi pada Balita di Desa Wirasaba Wilayah Kerja Puskesmas Bukateja Purbalingga
Makanan tambahan sebagai pendamping ASI merupakan makanan pelengkap yang memenuhi kebutuhan balita dan mempengaruhi status gizinya. Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Kurangnya pengetahuan tentang gizi dan kesehatan balita pada orang tua, khususnya ibu merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kekurangan gizi pada balita salahsatunya di Wirasaba. Status gizi yang kurang akan mempengaruhi gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental, serta mengurangi tingkat kecerdasan dan kreativitas pada balita.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian makanan tambahan dengan status gizi pada balita. Penelitian ini dilakukan di Desa Wirasaba wilayah kerja Puskesmas Bukateja Purbalingga.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang dibagikan kepada 56 responden. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman-Rank.
Hasil penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian makanan tambahan dengan status gizi pada balita dengan P value 0,001 < 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 18,33.
Tingkat pengetahuan Status Gizi Pemberian makanan tambahan
. (2012). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Makanan Tambahan dengan Status Gizi pada Balita di Desa Wirasaba Wilayah Kerja Puskesmas Bukateja Purbalingga. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id