Latar Belakang : Pada bayi baru lahir akan mengalami adaptasi fisiologis dari kehidupan dalam uterus ke kehidupan luar uterus, yang dapat memungkinkan ter-jadinya kegawatdaruratan pada neonatus seperti hipoglekemi, hipertemi, hipo-termi, ikterus, letargi, sepsis, dan tetanus neonatorum. Sehingga pada neonatus dibutuhkan asuhan kebidanan yang sesuai untuk mencegah terjadinya kegawat-darutan pada neonatus. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, Angka kelahiran bayi baru lahir fisiologis tahun 2013 yaitu sebanyak 3470 (56,11%) dan angka tersebut meningkat pada tahun 2014 menjadi 3595 (69,83%).
Pembahasan : Pada hari ke 3 kunjungan rumah peneliti menemukan tali pusat bayi yang dikompres dengan betadine pada hal penggunaan betadin sekarang tid-ak boleh, penggunaan betadine hanya boleh mengoleskan tidak untuk dikompres-kan karena menyebabkan tali pusat lembab/ basah.
Asuhan yang diberikan pada bayi baru lahir selama 4 hari adalah melakukan Ini-siasi Menyusu Dini, menjaga kehangatan tubuh bayi, menjaga pernafasan, pem-berian salep mata, pemberian vitamin K, dan asuhan 2-4 hari yang dibutuhkan pa-da bayi.
Kesimpulan dan saran : Pengkajian, interpretasi data, identifikasi diagnosa atau masalah potensial, identifikasi kebutuhan akan tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tidak ada kesenjangan antara lahan dan teori. Sarannya mempertahankan asuhan terhadap bayi baru lahir, baik instansi rumah sakit dan tenaga kesehatan lainnya.
asuhan bayi baru lahir fisiologis usia 0-4 hari cukup bulan sesuai masa kehamilan
. (2015). ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY.D UMUR 0- 4 HARI CUKUP BULAN SESUAI MASA KEHAMILAN DI RSUD Prof. Dr MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2015. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id