Asma adalah penyakit inflamasi kronik pada jalan nafas yang dikarakteristikan dengan hiperreponsivitas, edema mukosa, dan produksi mukus. Inflamasi ini pada akhirnya berkembang menjadi episode gejala asma yang berulang : batuk, sesak dada,mengi dan dispnea. Pada umumnya, penderita asma akan mengeluhkan gejala batuk,sesak napas,rasa tertekan di dada dan mengi. Pada beberapa keadaan batuk mungkin merupakan satu-satunya gejala. Gejala asma sering terjadi di malam hari dan saat udara dingin, biasanya bermula mendadak dan batuk. Batuk yang di alami awalnya susah (Brunner & Suddart, 2011).
Karakteristik batuk pada penderita asma adalah berupa batuk kering, paroksimal, iritatif, dan non produktif, kemudian menghasilkan sputum yang berbusa,jernih dan kental. Jalan napas yang tersumbat menyebabkan sesak napas,sehingga ekspirasi selalu lebih sulit dan panjang dibanding inspirasi, yang mendorong pasien untuk duduk tegak dan menggunakan setiap otot aksesori untuk pernapasan.(Smeltzer & Bare 2011).
Asma bronkial merupakan penyakit kronik yang sering di jumpai pada anak-anak maupun dewasa, di negara berkembang maupun negara maju. menurut World Health Organization (WHO) tahun 2011, terdapat 235 juta orang di seluruh dunia menderita asma dengan angka kematian lebih dari 8%. National Center for Health Statistics (NCHS) tahun 2011, prevalensi asma menurut usia sebesar 9,5% pada anak dan 8,2% pada dewasa sedangkan menurut jenis kelamin, 7,2% laki-laki dan 9,7% perempuan.
Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 menyatakan hasil prevalensi asma secara nasional adalah 4,5 %. Asma termasuk dalam sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Rumah Sakit, dimana diperkirakan 10% dari 25 juta penduduk Indonesia menderita asma. dan untuk provinsi Jawa Tengah prevalensi asma sebesar 4,3 %.
Dari hasil survey di RSUD.Prof.dr.Margono Soekarjo Purwokerto penyakit asma bronkhial pada tahun 2012 terdapat 163 pasien,dan pada tahun 2013 dan 2014 terdapat jumlah pasien yang sama yaitu 155 pasien, kemudian pada tahun 2015 jumlah pasien asma bronkhial meningkat dan terdapat 162 pasien, sedangkan pada tahun 2016 pada bulan januari hingga maret terdapat 29 pasien. (Rekam Medik RSUD.Prof.dr.Margono Soekarjo Purwokerto, 2016).
Asma bronkial dapat memberikan dampak yang negatif bagi pengidapnya, salah satunya bisa menyebabkan penderita asma mengalami berbagai gangguan/komplikasi seperti pneumothoraks, gagal napas dan bronkitis/radang paru-paru.oleh sebab itu dalam pelayanan keperawatan, perawat mempunyai peranan dalam mengatasi penyakit asma sangatlah penting, Tenaga kesehatan khususnya perawat harus selalu meningkatkan pelayanan, salah satuanya adalah memberikan asuhan keperawatan, edukasi atau pendidikan kesehatan kepada keluarga dan penderita serta pencegahan secara mandiri maupun secara kolaboratif dengan berbagai pihak. Asma Bronkial
. (2016). Asuhan Keperawatan Pada Ny. J Dengan Diagnosa Asma Brokial Di Ruang Cendana RSUD PROF. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id