homescontents
homescontents

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research


Detail Cantuman

Kembali

Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Diagnosa Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Dahlia RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

XML
Pengarang
Galuh Rimba Nugroho - Personal Name
Pernyataan Tanggungjawab
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Bahasa
Indonesia
Penerbit
STIKES Harapan Bangsa
Tahun Terbit
2016
Tempat Terbit
Fakultas Ilmu Kesehatan SHB
Deskripsi Fisik

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit ginjal kronik merupakan suatu keadaan patologis dengan penyebab yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan kemudian berakhir pada gagal ginjal tahap akhir. Penyakit ginjal tahap akhir adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal kronik irreversible yang sudah mencapai tahap dimana penderita memerlukan terapi pengganti ginjal, berupa dialisis atau transplantasi ginjal (Muttaqin, 2011).
Chronic Kidney Disease (CKD) teradi apabila kedua ginjal sudah tidak mampu mempertahankan lingkungan dalam yang cocok untuk kelangsungan hidup. Kerusakan pada kedua ginjal bersifat irreversible. CKD disebabkan oleh berbagai penyakit, penyebab CKD antara lain penyakit infeksi, penyakit peradangan, penyakit vaskular hipertensif gangguan jaringan ikat, gangguan kongenital dan hederiter, penyakit metabolik, nefropati toksik, nefropati obstruktif (Price & Wilson, 2006).
Berdasarkan data laporan tahunan United States Renal Data System (USRDS) tahun 2013, lebih dari 615.000 orang Amerika sedang dirawat karena gagal ginjal. Dari jumlah tersebut, lebih dari 430,000 adalah pasien dialisis dan lebih dari 185.000 melakukan transplantasi ginjal. Sejak tahun 2000, jumlah pasien yang telah didiagnosis dengan gagal ginjal telah meningkat sebanyak 57%. Prevalensi End Stage Renal Desease (ESRD) pada tahun 2011 di Amerika Serikat sebesar 1.901/1.000.000 penduduk. Pada talmn 2011, lebih dan 92,000 pasien meninggal akibat komplikasi gagal ginjal Menurut laporan tahunan The National Kidney Foundation 2013, terjadi peningkatan pasien yang melakukan hemodialisis, pada tahun 2012 terdapat 2,497 pasien sedangkan pada tahun berikutnya terdapat 2,518 pasien di Singapura. Setiap tahun, ada kasus bans kira-kira 30/1.000.4000 penduduk masuk dalam penyakit ginjal tahap akhir.
Di Indonesia, menurut data Asuransi Kesehatan (ASKES) sebanyak 80.000-90.000 orang memerlukan terapi pengganti ginjal dan setiap tahun terdapat 7.000 kasus baru. Pada saat ini penyakit ginjal kronik merupakan penyakit yang sangat meningkat jumlahnya, dari hasil survei Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), ada sekitar 12,5% atau 18 juta orang dewasa di Indonesia yang menderita penyakit ginjal kronik (Tjempakasari, 2011).
Prevalensi gagal ginjal kronik berdasarkan pernah didiagnosis dokter sebesar 0,2% dan penyakit batu ginjal sebesar 0,6% di Indonesia. Penyakit gagal ginjal juga menempati urutan ke 10 dalam penyakit tidak menular (Kemenkes RI, 2013). Data Riskesdas (2013), bahwa berdasarkan gambaran di tahun 2013 dengan menggunakan unit analisis individu menunjukkan bahwa secara nasional 0,2% penduduk Indonesia menderita penyakit gagal ginjal kronis. Jika saat ini penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 504,248 jiwa yang menderita gagal ginjal kronis. Suatu kondisi yang cukup mengejutkan.
Penyakit ginjal kronik dapat menyebabkan timbulnya berbagai manifestasi yang komplek diantaranya penumpukan cairan, edema paru, edema perifer, kelebihan toksik uremik bertanggung jawab terhadap perikarditis dan iritasi sepanjang saluran gastrointestinal dari mulut sampai anus, gangguan keseimbangan biokimia (hiperkalemia, hiponatremi, asidosis metabolik), gangguan keseimbangan kalsium fosfat lama kelamaan mengakibatkan demineralisasi tulang neuropati perifer, pruritus, pernafasan dangkal, anoreksia, mual, muntah, kelemahan dan keletihan, Timbulnya berbagai manifestasi klinis pada gangguan penyakit ginjal kronik menyebabkan timbulnya masalah biopsiko-sosio-kultural spiritual (Suwitra, 2007).
Kriteria diagnosis penyakit ginjal kronik yaitu kerusakan ginjal (renal damage) yang terjadi lebih dari 3 bulan berupa kelainan struktural atau fungsional dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus. Manifestasi kelainan patologis dan terdapat tanda kelainan ginjal termasuk kelainan dalam komposisi darah, urin dan kelainan dalam tes pencitraan. Selain itu laju filtrasi glomerulus < 60 ml/menit/1,73 m2selama 3 bulan dengan atau tanpa kerusakan ginjal (Sudoyo, 2009).
Konsekuensi kesehatan utama dari CKD bukan saja perjalanan penyakit menjadi gagal ginjal, tapi peningkatan resiko penyakit kardiovaskuler. Bukti-bukti ditemukan menunjukkan bahwa konsekuensi ini dapat diperbaiki dengan terapi yang dilakukan lebih awal. Pendekatan evaluasi yang tepat dapat membantu deteksi awal CKD pada anak-anak dan remaja, dan dengan penatalaksanaan yang tepat dapat¬ mencegah atau menghilangkan komplikasi serta menghambat progresifitasnya sehingga tidak menjadi gagal ginjal (Mahesa & Rachmadi, 2010).
Pencegahan dan terapi terhadap penyakit kardiovaskuler merupakan hal yang penting karena 40-45% kematian pada penyakit ginjal kronik, disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Hal-hal yang termasuk dalam pencegahan dan terapi terhadap penyakit kardiovaskular seperti pengendalian diabetes, pengendalian hipertensi, pengendalian disliplidemia, pengendalian anemia, pengendalian hiperfosfatemia, terapi terhadap kelebihan cairan dan gangguan keseimbangan elektrolit. Semua ini terkait dengan pencegahan dan terapi terhadap komplikasi penyakit ginjal kronik secara keseluruhan ¬(Suwitra, 2006).
Data yang didapat dari Instalasi Hemodialisa RSUD. Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, menunjukkan adanya peningkatan jumlah ¬pasien gagal ginjal yang menjalani terapi pengganti hemodialisis dari waktu ke waktu. Berdasarkan data pra survey bahwa pada tahun 2015 terdapat 990 pasien baik rawat inap maupun rawat jalan di RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Berdasarkan latar belakang itulah penulis mengambil Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan pada Ny.N dengan Diagnosa Chronic Kidney Disease (CKD) di Ruang Dahlia RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto”, agar nantinya dapat memberikan asuhan keperawatan secara optimal kepada klien.

Chronic Kidney Disease

URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=1647
APA Citation
. (2016). Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Diagnosa Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Dahlia RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id




© 2018. UPT Perpustakaan - Universitas Harapan Bangsa, Formerly STIKes Harapan Bangsa Purwokerto, www.uhb.ac.id.
This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3 II SLiMS distro version ETD
Made by The Happy Team :-D
web
statistics

SHB YPDP


https://103.189.235.100/

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor