Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. E Khususnya Pada Ny. S Dengan Masalah Utama Diabetes Melitus Tipe II Di Desa Kalikesur RT 01 RW 01 Kec. Kedungbanteng Kab. Banyumas
Diabetes Melitus (DM) atau yang masyarakat awam kenal dengan kencing manis adalah penyakit sistemis, kronis, dan multifaktorial yang dicirikan dengan hiperglikemia dan hiperlepidimea. Gejala yang timbul adalah akibat kurangnya sekresi insulin atau ada insulin yang cukup, tetapi tidak efektif (Baradero et al.,2009). Penyakit ini sudah lama dikenal, terutama dikalangan keluarga, khususnya keluarga ‘berbadan besar’ (kegemukan) bersama dengan gaya hidup ‘tinggi’. Kenyataannya kemudian, DM menjadi penyakit masyarakat umum, menjadi beban kesehatan masyarakat, meluas dan membawa banyak kematian. Ketidakmampuan untuk memproduksi insulin atau menggunakannya secara efektif menyebabkan kadar glukosa dalam darah meningkat (hiperglikemia). Kondisi ini dalam jangka panjang bisa merusak tubuh dan menyebabkan kegagalan organ dan jaringan (International Diabetes Federation,2013)
Berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF) tingkat prevalensi global penderita DM pada tahun 2012 sebesar 8,4 % dari populasi dunia, dan mengalami peningkatan menjadi 382 kasus pada tahun 2013. IDF memperkirakan pada tahun 2035 jumlah insiden DM akan mengalami peningkatan menjadi 55% (592 juta) diantara penderita DM 40-59 tahun (IDF,2013). World Health Organization (WHO) memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta pada tahun 2030 (1,4). Data tersebut menempatkan posisi Indonesia di peringkat keempat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 oleh Departemen Kesehatan, menunjukkan bahwa prevalensi DM di Indonesia untuk usia diatas 15 tahun sebesar 6,9%. Prevalensi DM di Indonesia mengalami peningkatan dari 1,1% (2007) menjadi 2,1% (2013) dari total penduduk sebanyak 250 juta jiwa.
Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol pada pasien diabetes melitus akan menyebabkan berbagai komplikasi, baik yang bersifat akut maupun yang kronik. Diagnosis khas DM pada umumnya adalah bahwa terdapat keluhan khas yaitu poliuria (banyak kencing), polidipsia (banyak minum), polifagia (banyak makan) dan penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya (Bustan,2007).
Diabetes merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan namun dapat dikendalikan, sehingga dalam pengendalian DM dibutuhkan bantuan keluarga baik dukungan moril maupun spiritual (Alifah&Muhammad,2014). Adapun bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh keluarga diantaranya: Pertama yaitu program diet yang direncanakan, bantuan dari keluarga yang merawat klien DM di rumah sangat diperlukan untuk mengatur diet klien DM di rumah. Kedua yaitu keluarga berperan penting untuk mendampingi klien DM berolahraga di rumah, keterlibatan langsung keluarga dapat menjaga minat klien terhadap kegiatan olahraga, sehingga harapannya kadar gula darah dapat
terkendali dengan baik melalui program olahraga. Ketiga yaitu dampak konsumsi Obat Anti Diabetes atau yang selanjutnya disingkat dengan OAD penting bagi pengendalian kadar glukosa darah klien DM di rumah, maka benar-benar perlu dipastikan obat tersebut dikonsumsi dengan benar. Keempat yaitu keluarga berperan sebagai koordinator dengan cara mengatur, mengingatkan, mengajak dan mendampingi anggota keluarganya yang sakit DM untuk memeriksakan kadar gula darahnya ke pelayanan kesehatan. Kelima yaitu bila klien DM tidak segera ditangani dengan cepat, maka dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Tujuan deteksi dini komplikasi adalah untuk mencegah bertambah parahnya penyakit DM (Putu et.al.,2014).
Hasil penelitian yang dilakukan Siti Shofiyah dan Henni Kusuma pada tahun 2014, menunjukkan semakin baik dukungan keluarga yang dimiliki penderita DM maka akan meningkatkan kepatuhan penderita DM dalam melakukan penatalaksanaan DM. Masalah kesehatan anggota keluarga saling terkait dengan berbagai masalah anggota keluarga lainnya, jika ada satu anggota keluarga yang bermasalah kesehatannya pasti akan memengaruhi pelaksanaan dari fungsi keluarga tersebut (Prosding PPNI, 2014).
Berdasarkan perolehan data dari Dinas Kesehatan (2014) Kabupaten Banyumas, jumlah keseluruhan penderita DM di wilayah Banyumas yaitu sebanyak 1599 orang, jumlah tersebut menempatkan DM diurutan ke-3 Penyakit Tidak Menular (PTM) setelah Hipertensi dan Asma di wilayah Banyumas. Sedangkan penderita DM di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas berjumlah 44 orang dengan DM tipe 2, klien dengan
DM tipe 2 di Kecamatan Kedungbanteng sudah mendapatkan pemberdayaan dan tata cara pengelolaan penyakit DM oleh Puskesmas Kedungbanteng dalam program yang disebut dengan PROLANIS. Dalam program tersebut klien mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan rutin sebulan sekali serta senam setiap minggunya yang hanya berfokus terhadap klien saja, tanpa melibatkan anggota keluarga. Dengan demikian, sangat diperlukan adanya keterlibatan keluarga untuk memberikan dukungan terhadap keluarga yang sakit (Friedman,Bowden & Jones, 2010). Hal tersebut disebabkan sifat mendasar dari keluarga, dimana keluarga selalu siap memberikan bantuan dan pertolongan jika diperlukan anggota keluarga, semakin baik dukungan yang diberikan keluarga, keluarga akan selalu memberikan bantuan dan perhatian (Effendi,2009).
Proses keperawatan merupakan sekumpulan tindakan asuhan keperawatan yang diberikan untuk memperbaiki status kesehatan keluarga maupun pasien (Zaidin,2009). Melalui pemberian asuhan keperawatan keluarga yang meliputi; pengkajian keluarga dan individu didalam keluarga, perumusan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, sehingga dapat menambah kemampuan keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan (Harmoko,2012).
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan masalah diabetes melitus tipe 2 di Desa Kalikesur Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas, yang nantinya akan dapat mengoptimalkan pemberian asuhan keperawatan keluarga. Diabetes Mellitus Asuhan Keperawatan Keluarga
. (2016). Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. E Khususnya Pada Ny. S Dengan Masalah Utama Diabetes Melitus Tipe II Di Desa Kalikesur RT 01 RW 01 Kec. Kedungbanteng Kab. Banyumas. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id