homescontents
homescontents

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research


Detail Cantuman

Kembali

Asuhan Keperawatan Pada Keluarga Tn. K Dengan Masalah Kesehatan Ny. K Asma Bronkial Di Wilayah Puskesmas Kedung Banteng Kabupaten Banyumas

XML
Pengarang
Anggih Setiawan - Personal Name
Pernyataan Tanggungjawab
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Bahasa
Indonesia
Penerbit
STIKES Harapan Bangsa
Tahun Terbit
2016
Tempat Terbit
Fakultas Ilmu Kesehatan SHB
Deskripsi Fisik

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit gangguan saluran pernapasan yang masih sering ditemukan dan menjadi masalah kesehatan baik di negara maju maupun di negara berkembang. Prevalensi dan angka rawat inap penderita asma bronkial di negara-negara maju cenderung meningkat setiap tahun. Sementara di Indonesia belum ada data epidemiologis yang pasti, namun diperkirakan berkisar 3-4% (Aditama, 2006).
Asma bronkial merupakan penyakit kronik yang sering dijumpai pada anak maupun dewasa di negara berkembang maupun negara maju. Sejak dua dekade terakhir, dilaporkan bahwa prevalensi asma bronkial meningkat pada anak maupun dewasa. Prevalensi total asma bronkial di dunia diperkirakan 7,2 % (6% pada dewasa dan 10% pada anak). Prevalensi tersebut sangat bervariasi pada tiap negara dan bahkan perbedaan juga didapat antar daerah di dalam suatu negara. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa prevalensi asma bronkial di berbagai negara sulit dibandingkan, tidak jelas apakah perbedaan angka tersebut timbul karena adanya perbedaan kritertia diagnosis atau karena benar-benar terdapat perbedaan (IDAI, 2010).
Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2013, sebanyak 235 juta penduduk di dunia menderita penyakit asma dari berbagai golongan umur dan ras. Sebagian besar yang menderita asma terjadi pada anak-anak. Dan diperkirakan 250.000 orang meninggal karena asma setiap tahunya.Serangan asma pada anak – anak tersebut, oleh para ahli didiagnosis sebagai asma ekstrinsik yang dapat disebabkan karena alergi terhadap faktor – faktor alergen yang berasaldari lingkungan terutama yang sangat berhubungan dengan polusi udara serta virus yang menyebabkan gangguan kesehatan pada saluran pernapasan (Purnomo, 2008).
Menurut Depkes (2013) dalam laporan hasil riset kesehatan dasar, di Indonesia masih banyak penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat, salah satunya ialah penyakit asma yang tergolong sebagai penyakit yang tidak menular, angka prevalensi asma di Indonesia mencapai 4,5%, penyakit asma lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki– laki, kejadian asma pada perempuan 4,6% sedangkan pada laki laki 4,4%.
Dari data prevalensi penderita asma bronkial di daerah Kedung Banteng tercatat sebanyak 12 orang penderita.Hal ini cenderung masih tinggi dibandingkan dengan data di puskesmas lainnya seperti puskesmas Rawalo sebanyak 9 orang, Kebasen sebanyak 4 orang, Tambak I sebanyak 2 orang, Kalibagor sebanyak 6 orang, Purwojati sebanyak 7 orang, Purwokerto Timur II sebanyak 9 orang, dan Purwokerto Selatan sebanyak 1 orang (Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, 2014).
Peran perawat sangat penting dalam merawat pasien Asma Bronkhial antara lain sebagai pemberi pelayanan kesehatan, pendidik, pemberi asuhan keperawatan, pembaharu, pengorganisasian pelayanan kesehatan yang khususnya adalah sebagai pemberi asuhan keperawatan.Dalam penatalaksanaaan keluarga dapat dilakukan penatalaksanaan seperti nonfarmakologi yang meliputi penyuluhan atau penkes dan menghindari faktor pencetus. Selain itu penatalaksanaan komplementer juga bisa dilakukan seperti terapi nutrisi, menjauhi alergen, pindah ketempat yang lebih hangat, kelola stress, dengan inhalasi, dan jahe (Muttaqin, 2009).
Proses keperawatan merupakan suatu metode yang sistematis dan terorganisis dalam pemberian asuhan keperawatan yang difokuskan pada reaksi dan respon unik individu pada suatu kelompok atau perorangan terhadap gangguan yang dialami baik actual maupun potensial. Proses keperawatan keluarga yang dapat diartikan sebagai pendekatan yang digunakan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan sehingga kebutuhan dasar klien dapat terpenuhi yang terdiri dari lima tahap yaitu pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi (Deswani, 2011).
Akibat dari penyakit Asma jika tidak ditangani akan menimbulkan komplikasi, seperti pneumothorak, pneumomediastinum, atelektasis, aspergilosis, gagal napas, bronkhitis. Meskipun Asma dapat berakibat fatal, asma lebih sering mengganggu pekerjaan, aktivitas fisik, dan banyak aspek kehidupan lainnya (Mansjoer, 2008).

Asma Bronkial

URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=1690
APA Citation
. (2016). Asuhan Keperawatan Pada Keluarga Tn. K Dengan Masalah Kesehatan Ny. K Asma Bronkial Di Wilayah Puskesmas Kedung Banteng Kabupaten Banyumas. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id




© 2018. UPT Perpustakaan - Universitas Harapan Bangsa, Formerly STIKes Harapan Bangsa Purwokerto, www.uhb.ac.id.
This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3 II SLiMS distro version ETD
Made by The Happy Team :-D
web
statistics

SHB YPDP


https://103.189.235.100/

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor