Asma brokial merupakan penyakit pernafasan obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronchi berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu. Asma bronkial penyakit radang paru-paru yang menimbulkan serangan sesak nafas dan mengi yang berulang, ada beberapa faktor asma bronkial yaitu olahraga, infeksi, alergen, perubahan suhu, asap rokok. Tanda gejala pada asma bronkial itu sendiri batuk, sesek nafas, retraksi dinding dada, suara mengi Biasanya penanganan asma bronkial ini ada beberapa tingkatan bila sudah parah di bawa ke rumah sakit jika tidak begitu di beri obat-obat tertentu (Padila 2013). Menurut GINA ( Global Initiative for Asthma, 2006) Asma yaitu sebagai gangguan inflamasi kronik saluran nafas dengan banyak sel yang berperan, khususnya sel mast, eosininofil, dan limfosit. Asma adalah suatu gangguan inflamasi jalan nafas yang diperankan oleh banyak sel dan elemen sel,khususnya sel mast,eosinofil,limfosit T,makrofag,neutrofil,dan sel-ssel epitel ( Valentina,2008)
Berdasarkan WHO (World Health Organizing), 2013 Menyatakan jumlah penderita asma di dunia diperkirakan mencapai 300 juta orang dan diperkirakan meningkat hingga 400 juta pada tahun 2025 Jumlah ini dapat saja lebih besar mengingat asma. Buruknya kualitas udara dan berubahnya pola hidup masyarakat diperkirakan menjadi penyebab meningkatnya penderita asma.
Prevalensi asma bronkial di Indonesia belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan 2-5% penduduk indonesia menserita asma. Departemen kesehatan memperkirakan penyakit asma termasuk peringkat 10 besar dari penyakit hipertensi, diabetes dan (kemenkes,2010) .Prevalensi kasus asma bronkial di Jawa Tengah pada tahun 2012 sebesar 0.42% (dinkes, 2012). Menurut Data rekam medis Banyumas pada Tahun 2012 menyatakan bahwa asma bronkial masuk dalam peringkat 10 besar penyakit dari penyakit asma dan diabetes yang paling sering ditangani, sebanyak 51 % (90 orang) adalah laki-laki dan sebanyak 49 % (85) adalah perempuan. Berdasarkan latar belakang itulah penulis mengambil Karya Tulis Ilmiah dengan judul “ Asuhan Keperawatan keluarga Tn. Ra dengan masalah kesehatan asma bronkial pada Ny. Ru di wilayah kerja Puskesmas Kedung Banteng Kabupaten Banyumas”, agar nantinya dapat memberikan asuhan keperawatan keluarga secara optimal kepada keluarga pasien atau pasienya itu sendiri.
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dan dalam keadaan saling ketergantungan (Sulistyo, 2012). Pandangan keluarga tentang penyakit asma bronkial itu sangat bahaya bila tidak di tangani, penyakit yang datangnya tiba-tiba dan melakukan tindakan inhalasi sederhana. Asma Bronkial Asuhan Keperawatan Keluarga
. (2016). Asuhan Keperawatan Keluarga TN. RA Dengan Masalah Kesehatan Asma Bronkial Pada NY. RU Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedung Banteng Kabupaten Banyumas. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id