ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. N DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELLITUS TIPE 2
KOMPLIKASI ULKUS DI RUANG ASOKA
RSUD PROF. DR. MARGONO
SOEKARJO PURWOKERTO
Diabetes mellitus (DM) adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat (Utaminingsih, 2009). Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik dimana penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efekif sehingga terjadi kelebihan gula di dalam darah, keadaan ini biasanya baru disadari oleh penderita setelah terjadi komplikasi lanjut pada organ tubuhnya (Atun, 2010). Secara umum keluhan khas penderita DM diantaranya poliuria (banyak kencing), polidipsia (banyak minum), polifagia (banyak makan) (Atun, 2010).
Menurut International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2013, menyebutkan bahwa prevalensi DM di dunia adalah 1,9% dan telah menjadikan DM sebagai penyebab kematian urutan ke tujuh di dunia, sedangkan tahun 2012 angka kejadian DM di dunia adalah sebanyak 371 juta jiwa dimana proporsi kejadian diabetes mellitus tipe 2 adalah 95% dari populasi dunia yang menderita DM (Fatimah, 2015). Pasien DM memiliki resiko 15%-25% dalam hidupnya untuk mengalami kaki diabetes
yang pada 40-80 % kasus berkembang menjadi ulkus kaki diabetik. Insiden ulkus di Amerika Serikat sekitar 3% setiap tahun, sedangkan di Inggris berkisar 10%. Diabetes mellitus merupakan penyakit yang paling sering dikaitkan dengan amputasi ekstremitas bagian bawah dan merupakan penyebab lebih dari 50% amputasi non traumatik di Amerika dan Eropa (Langi, 2011).
Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, Prevalensi DM di Indonesia berdasarkan wawancara (pernah didiagnosa dan ada gejala) mengalami peningkatan dari 1,1% pada tahun 2007 menjadi 2,1% pada tahun 2013. Sebanyak 31 provinsi sebesar 93,9% menunjukkan kenaikan prevalensi DM yang cukup berarti (Riskesdas, 2013). Berdasarkan hasil rekapitulasi data kasus baru penyakit tidak menular pada tahun 2015, dilaporkan keseluruhan adalah 603.840 kasus, Diabetes mellitus menjadi urutan kedua terbanyak dalam kategori penyakit tidak menular dengan presentase 18,33% di Jawa Tengah (Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015).
RSUD Prof.Dr Margono Soekarjo Purwokerto merupakan Rumah Sakit rujukan di Jawa Tengah Bagian Barat. Hasil pra survey dari catatan rekam medik dari tahun 2014-2016, angka kejadian DM di RSUD Prof.Dr Margono Soekarjo Purwokerto pada tahun 2014 dengan DM tergantung insulin atau DM Tipe 1 sebesar 152 klien rawat inap. Pada tahun 2015 sebesar 95 klien rawat inap. Pada tahun 2016 sebanyak 10 klien rawat inap. Jumlah kasus DM tidak tergantung insulin atau DM tipe II pada tahun 2014 sebesar 641 klien rawat inap, tahun 2015 sebesar 766 klien rawat inap, dan tahun 2016 sebesar 715 klien rawat inap. Temuan kasus DM komplikasi ulkus pada tahun 2014 sebesar 135 klien rawat inap dan 2015 sebesar 286 klien rawat inap dan pada tahun 2016 sebesar 188 klien rawat inap. Diabetes mellitus sendiri di RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo Purwokerto hingga tahun 2016 menduduki peringkat ke 14 dengan jumlah temuan kasus mencapai 2149 kasus.
Tingginya prevalensi DM tipe 2 disebabkan oleh faktor risiko yang tidak dapat berubah misalnya jenis kelamin, umur dan faktor genetik. Selain itu yang kedua adalah faktor risiko yang dapat diubah misalnya kebiasaan merokok, tingkat pendidikan, pekerjaan, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang dan umur. Diabetes mellitus disebut dengan the silent killer karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Penyakit yang akan ditimbulkan antara lain gangguan penglihatan mata seperti katarak, penyakit jantung, ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh, gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Oleh karena itu tidak jarang penderita DM yang sudah parah menjalani amputasi anggota tubuh karena terjadi pembusukan. Dengan demikian untuk menurunkan kejadian dan keparahan dari DM tipe 2 maka dilakukan pencegahan seperti modifikasi gaya hidup, pengobatan seperti obat oral hiperglikemik dan insulin pankreas dan gangguan fungsi insulin (resistensi insulin) (Fatimah, 2011).
Diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan upaya penanganan yang tepat dan serius. Oleh karena itu DM merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan manusia (Widyanto & Cecep, 2013). Perawat mempunyai peran yang penting dalam merawat pasien DM yaitu dalam membuat perencanaan untuk mencegah timbulnya luka kaki diabetik dengan cara melakukan perawatan kaki, inspeksi kaki setiap hari, menjaga kelembapan, menggunakan alas kaki yang sesuai dan melakukan olahraga kaki. Salah satu peran perawat yang tidak kalah penting adalah dalam memberikan perawatan luka pada pasien DM yang mengalami luka kaki diabetes (Handayani, 2011) Diabetes Mellitus Komplikasi Ulkus
. (2017). ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. N DENGAN DIAGNOSA MEDIS DIABETES MELLITUS TIPE 2
KOMPLIKASI ULKUS DI RUANG ASOKA
RSUD PROF. DR. MARGONO
SOEKARJO PURWOKERTO. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id