homescontents
homescontents

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research


Detail Cantuman

Kembali

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Sdr. D DENGAN POST OP FRAKTUR FEMUR DI RUANG DAHLIA RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRTA PURBALINGGA

XML
Pengarang
Apri Filiasanti - Personal Name
Pernyataan Tanggungjawab
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Bahasa
Indonesia
Penerbit
STIKES Harapan Bangsa
Tahun Terbit
2017
Tempat Terbit
Fakultas Ilmu Kesehatan SHB
Deskripsi Fisik

Abstract

Fraktur adalah rusaknya kontinuitas dari struktur tulang, tulang rawan dan lempeng pertumbuhan yang disebabkan oleh trauma dan non trauma. Tidak hanya keretakan atau terpisahnya korteks, kejadian fraktur lebih sering mengakibatkan kerusakan yang komplit dan fragmen tulang terpisah. Tulang relative rapuh, namun memiliki kekuatan dan kelenturan untuk menahan tekanan. Fraktur dapat diakibatkan oleh cedera, stress yang berulang, kelemahan tulang yang abnormal atau disebut juga fraktur patologis (Solomon & Apley, 2013). Fraktur lebih sering terjadi pada laki-laki dari pada perempuan dengan umur dibawah 45 tahun dan sering berhubungan olahragaa, pekerjaan atau luka yang disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor (Lukman & Nurma, 2009).
Fraktur yang sering terjadi adalah fraktur ekstermitas dan fraktur vertebra. Fraktur ekstermitas mencakup fraktur pada tulang lengan atas, lengan bawah, tangan, tungkai atas, tungkai bawah, dan kaki. Berdasarkan jenis fraktur, fraktur tungkai atas atau disebut fraktur femur (tulang paha) memiliki insiden yang cukup tinggi (Helmi, 2012).
Kerugian dari kecelakaan atau terjatuh biasanya kerusakan pada fisik seperti luka bakar, kecacatan, dan biasanya yang paling umum adalah fraktur diantaranya fraktur femur. Fraktur femur biasanya tanpa disertai kerusakan jaringan kulit yang disebabkan oleh trauma langsung atau kondisi tertentu. Degenerasi tulang (osteoporosis) dan tumor tulang paha dapat menyebabkan fraktur patologis. Dampak dari fraktur bisa berakibat pada nyeri, terganggunya mobilitas fisik, selain itu dalam waktu panjang bisa mengakibatkan ansietas, karena fraktur yang tidak kunjung sembuh. Selain itu kemungkinan terkontaminasi oleh mikroorganisme yang dapat menimbulkan infeksi (Muttaqin, 2008).
World Health Organization (WHO) mencatat pada tahun 2009, terdapat 7 juta orang meninggal dikarenakan kecelakaan yang memiliki prevalensi cukup tinggi insiden fraktur ekstermitas bawah sekitar 46,2 % dari insiden kecelakaan yang terjadi. Kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kematian sekitar 1,25 juta orang setiap tahunnya, salah satu penyebab kematian adalah fraktur, dimana sebagian besar korbannya adalah remaja atau dewasa muda. Umumnya fraktur femur terjadi pada batang femur 1/3 tengah. Prevalen penduduk Indonesia, usia 45-54 tahun sebesar 6,4 % penyebab cedera karena jatuh sebesar 40,9 % dan proposi tempat cedera dirumah sebesar 36,5 % (Riskesdas, 2013).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah tahun 2013 bahwa angka kematiaan kecelakaan lalu lintas adalah jumlah kematian sebagai akibat dari kecelakaan lalu lintas per 100.000 penduduk dalam kurun waktu satu tahun. Kecelakaan lalu lintas diprovinsi Jawa Tengah didapatkan sekitar 2.700 orang mengalami insiden fraktur, 56 % mengalami kecacatan fisik, 24% mengalami kematian, 15 % mengalami kesembuhan dan 5 % mengalami gangguan psikologis atau depresi terhadap adanya kejadian fraktur (Dinkes Jateng, 2013).
Berdasarkan data yang didapat dari RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga bahwa kejadian fraktur pada tahun 2016 sebanyak 77 kasus yang terdiri dari laki-laki 33 kasus, dan perempuan 43 kasus. Kejadian fraktur paha tersebut yang paling banyak dialami oleh kelompok usia 45 tahun keatas.
Usia antara 20 sampai 45 tahun, sering dihubungkan dengan masa subur atau masa usia produktif. Di usia ini wanita harus lebih memperhatikan kondisi tubuhnya agar selalu dalam kondisi prima dan bugar agar terhindar dari berbagai macam penyakit khususnya untuk persiapan masa tua nantinya seperti penyakit yang kerap menjadi permasalahan dunia terhadap wanita setelah menopause yang dikenal dengan Osteoporosis (Hurlock, 2010). Osteoporosis adalah tulang yang keropos, yaitu penyakit yang mempunyai sifat khas berupa masa tulangnya rendah atau berkurang, disertai gangguan mikro-arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang, yang dapat menimbulkan kerapuhan tulang. Tulang yang rapuh dan keopos ini mudah patah atau fraktur (Tandra, 2009).
Penanganan terhadap fraktur dapat dengan pembedahan atau tanpa pembedahan, meliputi imobilisasi, reduksi dan rehabilitasi. Reduksi adalah prosedur yang sering dilakukan untuk mengoreksi fraktur, salah satu cara dengan pemasangan fiksasi internal dan fiksasi eksternal melalui proses operasi. Perubahan posisi untuk fraktur yang tidak stabil adalah perencanaan tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan menggunakan plate, skrup, atau kombinasi keduanya. Tindakan ORIF ini selain menstabilkan fraktur juga membantu mengatasi cedera vascular seperti sindrom kompartemen yang terjadi pada pasien fraktur (Smeltzer & Bare, 2010).
ORIF merupakan reposisi secara operatif yang diikuti dengan fiksasi interna. Fiksasi interna yang dipakai biasanya berupa plate and screw. Keuntungan ORIF adalah tercapainya reposisi yang sempurna dan fiksasi yang kokoh sehingga pasca operasi tidak perlu lagi dipasang gips dan mobilisasi segera bisa dilakukan. Kerugiannya adalah adanya risiko infeksi tulang (Sjamsuhidajat, 2011).
Keuntungan eksternal fiksasi adalah fiksator ini memberikan kenyamanan bagi pasien, mobilisasi awal dan latihan awal untuk sendi disekitarnya sehingga komplikasi karena disuse dan imobilisasi dapat diminimalkan. Kerugiannya akan menimbulkan komplikasi berupa infeksi di tempat pen (osteomyelitis), kekakuan pembuluh darah dan saraf, kerusakan periostium yang parah sehingga terjadi delayed union atau non union, emboli lemak, dan overdistraksi fragmen (Smeltzer & Bare, 2010).

Post OP Fraktur Femur

URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=1779
APA Citation
. (2017). ASUHAN KEPERAWATAN PADA Sdr. D DENGAN POST OP FRAKTUR FEMUR DI RUANG DAHLIA RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRTA PURBALINGGA. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id




© 2018. UPT Perpustakaan - Universitas Harapan Bangsa, Formerly STIKes Harapan Bangsa Purwokerto, www.uhb.ac.id.
This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3 II SLiMS distro version ETD
Made by The Happy Team :-D
web
statistics

SHB YPDP


https://103.189.235.100/

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor