homescontents
homescontents

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research


Detail Cantuman

Kembali

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI WISMA ABIYASA RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. SOEROJO MAGELANG

XML
Pengarang
Rifa'atul Mahmudah - Personal Name
Pernyataan Tanggungjawab
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Bahasa
Indonesia
Penerbit
STIKES Harapan Bangsa
Tahun Terbit
2017
Tempat Terbit
Fakultas Ilmu Kesehatan SHB
Deskripsi Fisik

Abstract

Gangguan jiwa merupakan deskripsi sindrom dengan variasi penyebab. Gangguan jiwa adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami penyimpangan pada pola pikir, emosi, perilaku dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan jiwa pada umumnya ditandai dengan adanya penyimpangan yang fundamental, karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta adanya afek yang tidak wajar atau tumpul. Gangguan jiwa menurut PPDGJ (Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa) III adalah sindrom pola perilaku seseorang yang secara khas berkaitan dengan suatu gejala penderitaan (distress) didalam satu atau lebih fungsi yang penting dari manusia, yaitu fungsi psikologik, perilaku, biologik (Marasmis, 2010).
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), hampir satu per tiga penduduk di wilayah Asia Tenggara pernah mengalami gangguan neuropsikiatri. Secara umum, klasifikasi gangguan jiwa menurut hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 dibagi menjadi dua bagian, yaitu gangguan jiwa berat atau kelompok psikosa dan panik, gangguan alam perasaan, dan sebagainya (Yosep,2011).
Individu dengan gangguan kejiwaan tidak mampu mengendalikan diri dalam menghadapi stressor di lingkungan sekitar dan selalu berpikir negatif dengan adanya tekanan fisik dan psikologis baik secara internal maupun eksternal yang mengarah pada ketidakstabilan emosional. Ancaman atau kebutuhan yang tidak terpenuhi akan menyebabkan seseorang stress berat dan menjadikan mereka kehilangan kontrol dan pada akhirnya berisiko untuk melakukan perilaku kekerasan (Riset Kesehatan Dasar, 2013).
Risiko perilaku kekerasan adalah suatu keadaan hilangnya kendali perilaku seseorang yang diarahkan pada diri sendiri, orang lain atau lingkungan. Perilaku kekerasan yang dapat dilakukan pada diri sendiri misalnya melukai tubuh untuk bunuh diri dan bentuk penelantaran diri. Perilaku kekerasan pada orang lain adalah tindakan agresif yang ditujukan untuk melukai atau membunuh orang lain. Dan perilaku kekerasan pada lingkungan seperti perilaku merusak lingkungan, melempar kaca, genting dan semua yang ada di lingkungan. Pasien yang dibawa ke rumah sakit jiwa sebagian besar akibat melakukan kekerasan di rumah (Yusuf, 2015).
Apabila hal tersebut tidak segera ditangani akan menimbulkan dampak yang lebih merugikan. Selain pasien sendiri, keluarga juga merasakan dampaknya seperti merasa malu dan dapat menjadi stressor bagi keluarga jika pasien melakukan tindakan yang tidak diharapkan. Hal ini menjadi tugas bagi tenaga kesehatan khusunya perawat untuk mengupayakan pelayanan yang tepat diberikan agar pasien penderita gangguan kejiwaan tidak kambuh kembali. Tidak cukup dengan terbebas dari gangguan jiwa tetapi pasien diwajibkan mampu memenuhi rasa bahagia dan dapat mengontrol jika hal-hal yang dapat memicu terjadinya risiko perilaku kekerasan muncul kembali.
Berdasarkan hasil pra survei yang telah dilakukan, didapatkan jumlah penderita gangguan jiwa di RSUD Banyumas pada tahun 2016 dengan risiko perilaku kekerasan sebanyak 2.286 orang. Survei yang didapatkan di ruang Nakula RSUD Banyumas bulan Desember 2016 sebanyak putra 31 dari 40 penderita gangguan jiwa dan putri sebanyak 18 dari 27 penderita gangguan jiwa.
Sedangkan di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang pada tahun 2016 jumlah penderita gangguan jiwa dengan risiko perilaku kekerasan sebanyak 1.339 orang. Namun 3 bulan terakhir pada tahun 2017 yaitu Januari, Februari dan Maret mengalami peningkatan dengan rincian sebagai berikut: Januari sebanyak 114 orang, Februari sebanyak 95 orang dan Maret sebanyak 126 orang. Dan data yang diperoleh dari ruang Abiyasa dengan risiko perilaku kekerasan pada bulan Januari sebanyak 14 orang, Februari sebanyak 12 orang dan Maret sebanyak 20 orang.

resiko perilaku kekerasan

URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=1781
APA Citation
. (2017). ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI WISMA ABIYASA RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. SOEROJO MAGELANG. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id




© 2018. UPT Perpustakaan - Universitas Harapan Bangsa, Formerly STIKes Harapan Bangsa Purwokerto, www.uhb.ac.id.
This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3 II SLiMS distro version ETD
Made by The Happy Team :-D
web
statistics

SHB YPDP


https://103.189.235.100/

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor