Prostatectomy merupakan pembedahan yang dilakukan pada pasien Benigna Prostat Hyperplasia (BPH) untuk menghapus sebagian atau seluruh prostat. Setelah dilakukan pembedahan biasanya akan timbul ketidaknyamanan yaitu nyeri. Selain dengan farmakologis, nyeri juga bisa hilang dengan menggunakan terapi non farmakologi. BPH timbul pada dekade ke-5 dan angka kejadiannya mencapai lebih 95% pria usia diatas 50 tahun terkena BPH. Kejadian BPH dan prostatectomy juga dapat ditemui di RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien prostatectomy dalam mengurangi nyeri dengan menggunakan jenis-jenis terapi non farmakologi di RSUD Ajibarang.
Jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan one shot study. Pengambilan sampling menggunakan teknik accidental sampling. Responden penelitian ini sebanyak 18 responden.data diambil dengan membagikan kuesioner kepada responden. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat.
Kesimpulan penelitian ini yaitu pengetahuan pasien prostatectomy tentang terapi non farmakologi lebih banyak pada jenis terapi massase yaitu 12 responden (66,7%), yang kedua terapi kompres hangat/ dingin terdapat 9 responden (50%), dan tingkat pengetahuan tentang relaksasi nafas dalam terdapat dua hasil yang sama yaitu kurang dan cukup dengan jumlah 7 responden (38,7%).
pengetahuan Nyeri Prostatectomy Terapi Non Farmakologi
. (2014). Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Jenis-jenis Terapi Non Farmakologi Pada Pasien Dengan Nyeri Prostatectomy di RSUD Ajibarang. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id