homescontents
homescontents

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research


Detail Cantuman

Kembali

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR PATOLOGIS BY.NY.S KURANG BULAN SESUAI MASA KEHAMILAN DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG MELATI RSUD MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2017

XML
Pengarang
Muji Solih Astuti - Personal Name
Pernyataan Tanggungjawab
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Bahasa
Indonesia
Penerbit
STIKES Harapan Bangsa
Tahun Terbit
2017
Tempat Terbit
Fakultas Ilmu Kesehatan SHB
Deskripsi Fisik

Abstract

Angka kematian bayi menurut WHO terjadi pada hari pertama kehidupan periode perinatal. Pada periode perinatal merupakan waktu yang paling rentan untuk kelangsungan hidup anak. Terjadi selama periode ini dan jumlah tersebut hampir 1 juta kematian neonatal terjadi pada kelahiran dan 2 juta meninggal pada minggu pertama kehidupan. Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 penyumbang angka kematian bayi di dunia antara lain kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah 35,5%, Asfiksia (4,6%), dan infeksi (1,1%) (WHO, 2015).
Target sistem kesehatan menurut Sustainable Development Goals (SDG’s) tahun 2015-2030 terdiri dari 17 tujuan, 169 target dan untuk indikator 220-300 yang sedang dalam proses perumusan dan telah ditetapkan pada bulan Maret 2016. Hasil dari Indonesia Neonatal Action Plan yang akan di targetkan dan akan dicapai pada tahun 2030 meliputi target angka kematian ibu 70 per 1000 (19,49%) kelahiran hidup, dan untuk hasil target angka kematian neonatal 12 per 1000 (63,15%) kelahiran hidup. Untuk tujuan dari Sustainable Development Goals (SDG’s) adalah mengurangi sepertiga kematian prematur akibat penyakit tidak menular melalui pencegahan dan perawatan, serta mendorong kesehatan dan kesejahteraan mental. Dalam rencana strategis kesehatan telah ditetapkan upaya-upaya prioritas kesehatan beserta tergetnya yang diharapkan dapat mendukung tercapainya target-target pembangunan terkait kesehatan (SDG’S, 2015).
Komplikasi yang menjadi penyebab kematian terbanyak yaitu asfiksia, bayi berat lahir rendah, dan infeksi. Komplikasi ini sebetulnya dapat dicegah dan ditangani, namun terkendala oleh akses ke pelayanan kesehatan, kemampuan tenaga kesehatan, keadaan sosial ekonomi, sistem rujukan yang belum berjalan dengan baik, terlambatnya deteksi dini, dan kesadaran orang tua untuk mencari pertolongan kesehatan. Pencapaian penanganan neonatal dengan komplikasi mengalami penurunan dari tahun 2014 yang sebesar 59,68% menjadi 51,37% pada tahun 2015 (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2015).
Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan lahir kurang dari 2.500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Penyebab terjadinya bayi BBLR secara umum bersifat multifaktorial baik itu dari faktor ibu, faktor plasenta, faktor janin maupun faktor yang lain. Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal (Proverawati dan Isnawati, 2010).
Cakupan neonatal dengan komplikasi seperti Bayi Berat Lahir rendah, Asfiksia Neonatorum, Ikterus, dan Sepsis menurut Dinas Kesehatan Provinsi di Jawa Tengah tahun 2015 sebesar 87,6%, meningkat bila dibandingkan dengan cakupan tahun 2014 yaitu 83,3%. Neonatus dengan komplikasi ini sudah tertangani merupakan neonatus komplikasi yang mendapat pelayanan oleh tenaga kesehatan yang terlatih, dokter dan bidan di sarana pelayanan oleh tenaga kesehatan yang terlatih, dokter dan bidan di sarana pelayanan kesehatan. Perhitungan sasaran neonatus dengan komplikasi dihitung berdasarkan 15% dari jumlah bayi baru lahir. Indikator ini mengukur kemampuan manajemen program Kesehatan Ibu dan Anak dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara profesional kepada neonatus dengan komplikasi (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2015).
Secara fisiologisnya penambahan berat badan bayi juga dipengaruhi oleh usia bayi, yaitu pada minggu pertama kelahiran pertambahan berat badan bayi belum optimal dan juga hal tersebut tetap terjadi pada bayi perawatan metode kanguru. Namun setidaknya perawatan metode kanguru dapat membantu bayi dalam menstabilkan fungsi fisiologis bayi (suhu tubuh, pernapasan, denyut nadi) yang akan membantu dalam metabolisme tubuh. Cara perawatan metode kanguru ini dengan membandingkan lama perawatan metode kanguru 4 jam dengan 2 jam per hari. Hasil yang didapatkan bahwa perlengketan 4 jam lebih efektif terhadap peningkatan berat badan bayi dibandingkan dengan 2 jam perhari. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Wahyuni tahun 2012 tentang Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Perubahan Berat Badan Bayi Lahir Rendah.
Data yang diperoleh dari hasil pra survey yang dilakukan pada 5 Desember 2016 di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto pada tahun 2015 terdapat kematian bayi yang disebabkan diantaranya yaitu BBLR 30,5%, Asfikisa 40,6%, Respiratory Distress Syindrome 10,5%, Kelainan kongenital 0,9%, Sepsis 0,8%, sedangkan pada tahun 2016 terdapat kasus bayi baru lahir yaitu BBLR 40%, Asfiksia 34%, hiperbilirubin 12,4%, Berat badan lahir besar 10,2%, kelainan kongenital 8,9%, febris 29%, infeksi atau sepsis 19% per 1000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Banyumas tahun 2015 mencapai 243 kasus. Jadi, setiap 1.000 kelahiran hidup terdapat tujuh bayi yang meninggal dunia (Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, 2015).
Bidan memegang peranan yang sangat penting dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan. Bidan sebagai pelaksana aspek sosial obstetri dan ginekologi maka bidan perlu meningkatkan kemampuannya dan dapat memberikan pertolongan darurat esensial khusus penanganan bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah (Manuaba, 2011).
Berdasarkan data tersebut BBLR menempati urutan pertama pada bayi baru lahir patologis. Bayi berat lahir rendah dapat mengalami gangguan mental dan fisik serta tumbuh kembang. BBLR berkaitan dengan tingginya angka kematian bayi, juga dapat berdampak serius pada kualitas generasi mendatang sehingga penulis tertarik untuk membahas tentang “Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Patologis By.Ny.S Kurang Bulan Sesuai Masa Kehamilan dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Ruang Melati RSUD Margono Soekarjo Tahun 2017”.

Asuhan kebidanan
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
Bayi Baru Lahir Patologis

URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=1863
APA Citation
. (2017). ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR PATOLOGIS BY.NY.S KURANG BULAN SESUAI MASA KEHAMILAN DENGAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG MELATI RSUD MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO TAHUN 2017. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id




© 2018. UPT Perpustakaan - Universitas Harapan Bangsa, Formerly STIKes Harapan Bangsa Purwokerto, www.uhb.ac.id.
This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3 II SLiMS distro version ETD
Made by The Happy Team :-D
web
statistics

SHB YPDP


https://103.189.235.100/

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor