Latar belakang : Penyebab kematian bayi di Indonesia adalah karena disebabkan oleh kejadian asfiksia. Angka kejadian asfiksia di RSUD dr Goeteng Taroenadibrata pada tahun 2010 terjadi peningkatan. Pada tahun 2009 terdapat 60 kasus bayi asfiksia, dan pada tahun 2010 terdapat 101 kasus bayi asfiksia.
Tujuan : Untuk mengetahui karakteristik ibu bersalin yang melahirkan bayi asfiksia neonatorum di RSUD dr Goeteng Taroenadibrta pada tahun 2010 yaitu berdasarkan umur, paritas, dan riwayat penyakit.
Metode : Dalam metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 101 kasus berdasarkan data sekunder yang diambil dengan melihat catatan rekam medik dan instrumennya menggunakan master tabel ibu bersalin yang melahirkan bayi asfiksia neonatorum di RSUD dr Goeteng Taroenadibrata tahun 2010.
Hasil : Kejadian bayi asfiksia sebagian besar dilahirkan dari ibu yang berumur 20-35 tahun sebanyak 70 orang (69,3%), sebagian kecil dari ibu yang berumur < 20 tahun sebanyak 12 orang (11,9%). Dan sebagian besar multipara sebanyak 60 ibu (59,4%), sebagian kecil grandemultipara sebanyak 3 ibu (3,0%), sebagian besar dari ibu yang memiliki riwayat penyakit anemia sebanyak 50 ibu (49,5%), dan sebagian kecil ibu yang memiliki riwayat penyakit preeklamsi dan eklamsi sebanyak 14 ibu (13,9%).
Kesimpulan : Karakteristik ibu bersalin yang melahirkan bayi asfiksia neonatorum sebagian besar ibu yang beumur 20-35 tahun, paritas multipara dan ibu yang memiliki riwayat penyakit anemia.
Karakteristik ibu bersalin Asfiksia Neonatorum
. (2011). Karakteristik Ibu Bersalin Yang Melahirkan Bayi Asfiksia Neonatorum Di RSUD Dr. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tahun 2010. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id