Motivasi Kerja sangat berhubungan langsung dengan kinerja perawat. Motivasi kerja perawat yang kurang mendapat perhatian akan berdampak pada kinerja perawat dan mutu pelayanan di rumah sakit Santa Elisabeth. Adanya masalah dalam pelayanan keperawatan dapat disebabkan oleh motivai kerja yang kurang baik, dan bila perawat memiliki motivasi kerja yang baik akan meningkatkan kinerja sehingga berdampak pada meningkatnya kinerja Rumah Sakit secara keseluruhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja perawat. Adapun motivasi yang digunakan meliputi motivasi intrinsik terdiri dari prestasi dan pekerjaan dan motivasi ektrinsik terdiri dari gaji dan kondisi kerja. Populasi adalah semua perawat di rumah sakit, cara memperoleh data dengan wawancara, observasi dan pembagian kuesioner perawat. Jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 35 responden dengan menggunakan metode total sampel. Sebagai variabel independen, yaitu motivasi kerja, variabel dependennya adalah kinerja perawat. Penelitian ini menggunakan deskripsi analitik regresi ordinal dengan pendekatan eksplanatory research.
Hasil analisis dapat diketahui bahwa variabel motivasi: prestasi, pekerjaan, gaji dan kondisi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja perawat dengan p-value masing masing sebesar prestasi 0,031, pekerjaan 0,001, gaji 0,021, kondisi kerja 0,001, lebih kecil dari a= 0,05. Dari semua variabel tersebut yang paling dominan berpengaruh dengan kinerja perawat adalah pekerjaan,dengan nilai wald 1,428. Dengan demikian dapat diketahui bahwa motivasi kerja berpengaruh pada kinerja perawat.
Prestasi Pekerjaan Gaji Kondisi Kerja dan Kinerja Perawat
. (2012). Pengaruh Motivasi kerja terhadap kinerja Perawat di Rumah Sakit Umum Santa Elisabeth Purwokerto. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id