homescontents
homescontents

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research


Detail Cantuman

Kembali

Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Tn. X Dengan Stroke di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap

XML
Pengarang
Rizka Rasiqah - Personal Name
Pernyataan Tanggungjawab
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Bahasa
Indonesia
Penerbit
STIKES Harapan Bangsa
Tahun Terbit
2018
Tempat Terbit
Fakultas Ilmu Kesehatan SHB
Deskripsi Fisik

Abstract

Stroke merupakan masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern saat ini. Dewasa ini, stroke semakin menjadi masalah serius yang dihadapi hampir seluruh dunia. Hal tersebut dikarenakan serangan stroke yang mendadak dapat mengakibatkan kematian, kecacatan fisik dan mental baik pada usia produktif maupun usia lanjut (Junaidi, 2011). Definisi stroke menurut WHO (2012) adalah suatu kondisi penyakit yang disebabkan oleh terhentinya aliran darah yang mensuplai otak secara tiba-tiba, baik karena adanya sumbatan maupun rupturnya pembuluh darah.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO, 2013) stroke menduduki urutan kedua penyebab kematian di dunia setelah penyakit jantung iskemik. Terdapat 15 juta orang menderita stroke setiap tahun berdasarkan data terbaru dan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013), stroke merupakan penyebab kematian utama di Indonesia. Prevalensi stroke diIndonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan atau gejala sebesar 57,9% penyakit stroke telah terdiagnosis oleh tenaga kesehatan. Menurut laporan hasil riset kesehatan dasar (RISKESDAS) Provinsi Jawa Tengah 2017. Stroke diwilayah Propinsi Jawa Tengah yaitu sebesar 7,6%. Data Kabupaten Banyumas pada tahun 2010 menyebutkan kasus stroke sebanyak 22.143 (1,5%) penderita dari jumlah penduduk 1.553.967 jiwa (Dinkes Banyumas, 2010).
Gangguan pembuluh darah otak yang memberikan pasokan darah ke lobus frontal dan parietal akan memberikan gejala kelemahan anggota gerak dan gangguan rasa. Stroke menyerang cerebellum memberikan gejala pusing berputar (vertigo). Dampak dari stroke adalah kelumpuhan anggota gerak, wajah perot, keterbatasan aktivitas dan depresi (Pinzon, 2010).
Pengkajian keperawatan stroke meliputi anamnesis riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, pemeriksaan diagnostik dan pengkajian psikologis. Keluhan utama yang sering menjadi alasan klien untuk meminta bantuan adalah kelemahan anggota gerak sebelah badan, bicara pelo, tidak dapat berkomunikasi dan penurunan tingkat kesadaran. Selain melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk mendukung data anamnesis. Hemiparesis atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh adalah tanda yang lain. Perlu juga dikaji tanda-tanda dekubitus, terutama pada daerah yang menonjol karena klien stroke memiliki masalah hambatan mobilitas fisik. Adanya kesukaran untuk beraktivitas karena kelemahan, kehilangan sensorik atau paralesis/hemiplegia, mudah lelah menyebabkan masalah pada pola aktivitas dan istirahat. Selain anamnesis dan pemeriksaan fisik, perlu juga dilakukan pengkajian psikologis. Pengkajian psikologis klien stroke meliputi beberapa dimensi yang memungkinkan perawat untuk memperoleh persepsi yang jelas mengenai status emosi, kognitif, dan perilaku klien (Mutaqqin, 2008).
Penatalaksanaan untuk stroke pada lansia adalah pertahankan lingkungan yang nyaman, pertahakan kenyamanan, istirahat, aktivitas, dan mobilitas, pertahankan kecukupan gizi, pertahankan fungsi pernafasan, pertahankan fungsi peredaran darah, pertahankan kulit, pertahankan fungsi pencernaan, pertahankan fungsi saluran kemih. Pertahankan fungsi psikososial, dan latihan fisik. Latihan fisik dilakukan untuk meningkatkan dan memperbaiki kelenturan. Misalnya dengan melakukan latihan peregangan beberapa menit dalam sehari (Maryam et al., 2008).
Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah infark miokard dan kanker serta penyebab kecacatan nomor satu di seluruh dunia masalah yang sering muncul pada stroke adalah gangguan gerak. Pasien mengalami gangguan atau kesulitan saat berjalan karena mengalami gangguan pada kekuatan otot dan keseimbangan tubuh. Untuk meningkatkan kekuatan otot perlu dilakukan latihan mobilisasi atau rehabilitasi yang bertujuan untuk memperbaiki kekakuan otot dengan terapi fisik dan tekhnik lainnya. Oleh karena itu peran perawat sangat penting dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan memberikan terapi fisik.
Terapi latihan gerak sendi ROM di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap diberikan untuk penerima manfaat yang bisa megikuti saja, tetapi tidak dilakukan latihan ke kamar penerima manfaat yang tidak bisa ke luar wisma. Berdasarkan hasil pra survey yang dilakukan penulis di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap didapatkan hasil bahwa dari total penerima manfaat sejumlah 100 orang, 4 orang diantaranya terkena penyakit stroke.
Berdasarkan uraian yang ada, maka penulis tertarik untuk melakukan studi kasus dan membuat Karya Tulis Ilmiah tentang “Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Tn. X Dengan Stroke di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap.


URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2176
APA Citation
. (2018). Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Tn. X Dengan Stroke di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id




© 2018. UPT Perpustakaan - Universitas Harapan Bangsa, Formerly STIKes Harapan Bangsa Purwokerto, www.uhb.ac.id.
This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3 II SLiMS distro version ETD
Made by The Happy Team :-D
web
statistics

SHB YPDP


https://103.189.235.100/

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor