Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit metabolik yang selalu mengalami peningkat setiap tahun di negara-negara seluruh dunia. Berdasarkan data Internatonal Diabetes melitus Federation (IDF) prevalensi global penderita diabetes melitus pada tahun 2015 sebesar 8,3 % dari populasi penduduk dunia. IDF memperkirakan pada tahun 2035 jumlah insiden diabetes melitus akan mengalami peningkatan menjadi 55% (592 juta) di antara usia penderita diabetes melitus 40-59 tahun (IDF, 2015).
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO, 2015), sekitar 347 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, dan diperkirakan bahwa kematian akibat diabetes akan meningkat dua pertiga kali antara tahun 2008 dan 2030. Angka kejadian penyakit diabetes melitus di Indonesia masih cukup tinggi. Indonesia merupakan negara yang menempati peringkat ke 7 dengan penderita diabetes melitus sebanyak 8,5 juta penderita setelah Cina, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Mexico (IDF, 2015). Menurut data Kemenkes RI. (2013), dari hasil Riskesdas tahun 2013 terjadi peningkatan prevalensi Diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2007 yakni sebesar 1,1% menjadi 2,1% pada tahun 2013. Hasil analisis gambaran prevalensi Diabetes melitus berdasarkan jenis kelamin di Indonesia pada tahun 2013 juga menunjukkan bahwa prevalensi diabetes melitus pada wanita lebih banyak (1,7%) dibandingkan laki-laki (1,4%). Berdasarkan wilayah, prevalensi diabetes melitus di Indonesia tahun 2013 lebih besar di perkotaan (2%) dibandingkan dengan di pedesaan (1%) (Kemenkes RI, 2013).
Berdasarkan data dari profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2013 diabetes melitus menempati urutan ke 2 dari 12 penyakit yang tidak menular (PTM) di Jawa Tengah yaitu sebanyak 95.342 (14,96%) jiwa dari jumlah 620.293 jiwa (Purwanti, 2013). Banyaknya komplikasi yang ditimbulkan, maka tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh penderita Diabetes mellitus untuk mencegah timbulnya komplikasi, yaitu dengan melakukan kontrol kadar gula darah secara rutin, patuh dalam diit rendah gula, pemeriksaan rutin gula darah, latihan jasmani, konsumsi obat anti diabetik, dan perawatan kaki diabetik yang penting dilakukan oleh penderita Diabetes mellitus (Arisman, 2011).
Prevalensi dari seluruh puskesmas di Kabupaten Banyumas tahun 2016, diabetes melitus menduduki peringkat ketiga dari penyakit tidak menular lainnya yaitu sebesar 10,23% sebanyak 1594 penduduk yang terdiri dari laki-laki sebanyak 494 penduduk dan wanita 1100 penduduk (Dinkes Kabupaten Banyumas, 2016). Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di RSUD Banjarnegara, menurut data rekam medis menunjukkan pada tahun 2016 terdapat 542 pasien diabetes melitus tipe 2 (rawat jalan 407 dan rawat inap sebanyak 155), pada tahun 2016 jumlah pasien diabetes melitus tipe 2 periode januari sampai desember mencapai 634 pasien (rawat jalan 251 dan rawat inap 383). Pada tahun 2017 kasus diabetes melitus tipe 2 terdapat 210 kasus (rawat inap 105 kasus dan rawat 105 kasus).
URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2189
APA Citation
. (2018). Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Ny. K dengan diagnosa medis diabetes mellitus di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id