Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan kondisi yang di sebabkan karena adanya ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein, sehingga zat gizi yang di butuhkan tubuh tidak tercukupi. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai resiko kematian ibu mendadak pada masa perinatal atau resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Berdasarkan data Departemen Kesehatan RI tahun 2013, sekitar 146.000 bayi usia 0-1 tahun dan 86.000 bayi baru lahir (0-28 hari) meninggal setiap tahun di Indonesia. Angka kematian bayi adalah 32/1000 Kelahiran hidup, lima puluh empat persen penyebab kematian bayi adalah latar belakang gizi (Depkes, 2013). Ibu hamil dengan KEK adalah suatu keadaan dimana seorang ibu hamil mempunyai kekurangan energi protein yang di sebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari dan gangguan penyakit tertentu (Supariasa, 2010).
Lingkar Lengan Atas (LILA) adalah jenis pemeriksaan antropometri yang di gunakan untuk mengukur resiko KEK pada wanita usia subur yang meliputi remaja, ibu hamil, ibu menyusui dan Pasangan Usia Subur (PUS), sedangkan ambang batas LILA pada Wanita Usia Subur (WUS) dengan resiko KEK adalah 23,5 cm dan apabila kurang dari 23,5 cm wanita tersebut mengalami KEK (Supariasa, 2010).
Masalah gizi dalam kehamilan yang dihadapi masyarakat Indonesia adalah KEK pada ibu hamil, dimana hal ini di sebabkan oleh pengetahuan gizi terhadap ibu hamil yang kurang, ketidakmampuan keluarga dalam menyediakan makanan bergizi dan kurangnya kesadaran pada ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang di kandung (Waryono, 2010).
Faktor-faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil diantaranya adalah keadaan sosial ekonomi yang mengakibatkan rendahnya pendidikan, jarak kelahiran yang terlalu dekat menyebabkan buruknya status gizi pada ibu hamil, banyaknya bayi yang dilahirkan (paritas), usia kehamilan pertama yang terlalu muda atau masih remaja dan pekerjaan yang biasanya memiliki status gizi lebih rendah apabila tidak diimbangi dengan asupan makan dalam jumlah yang cukup (Ary dan Rusilanti, 2013).
Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, dalam PRAKARSA Policy Update angka kematian ibu (AKI) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup (Nurrizka dkk, 2013). Angka kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 berdasarkan laporan dari Kabupaten/Kota sebesar 116,34/100.000 kelahiran hidup, mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan AKI pada tahun 2010 sebesar 116,01/100.000 kelahiran hidup (Dinkes Jateng, 2013). Masalah gizi yang sering dihadapi ibu hamil yaitu Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan anemia gizi. Menurut Depkes RI tahun 2013, prevalensi ibu hamil KEK yaitu 24,2%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2010 terdapat 13,91% ibu hamil KEK (Depkes, 2013). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banyumas jumlah AKI sejak 2010 selalu di angka 30 kasus lebih pada 2010 ada (33) kasus, pada 2011 (35), 2012 (32), di 2014 (33), dimuat dalam Satelit Pos (2015)
Menurut Rekam Medik Puskesmas Kedung Banteng (2017), pada tahun 2015 terdapat 1064 ibu hamil, 298 dengan resiko tinggi (KEK diantaranya). Data pada bulan November 2017, didapatkan sejumlah 14 ibu hamil dengan diagnosis medis KEK. Ibu hamil dengan KEK merupakan keadaan dimana ibu menderita kekurangan makanan yang berlangsung lama yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu dan janin. KEK pada ibu hamil menyebabkan risiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal, dan terkena penyakit infeksi. Pengaruh KEK terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (prematur), pendarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat. KEK ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan), lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Masalah utama yang mungkin muncul pada ibu hamil dengan KEK yaitu ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk mengangkat masalah tersebut dalam suatu karya tulis ilmiah dengan judul “ Asuhan Keperawatan Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh pada Ibu Hamil Ny F dengan KEK di Desa Kalikesur Kedungbanteng.
URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2191
APA Citation
. (2018). Asuhan Keperawatan Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh pada Ibu Hamil Ny F dengan KEK di Desa Kalikesur Kedungbanteng. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id