homescontents
homescontents

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research


Detail Cantuman

Kembali

Asuhan keperawatan anak pada pasien pneumonia dengan masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas di Puskesmas Purwokerto Selatan Tahun 2017

XML
Pengarang
Tri Retno Wahyuni - Personal Name
Pernyataan Tanggungjawab
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Bahasa
Indonesia
Penerbit
STIKES Harapan Bangsa
Tahun Terbit
2018
Tempat Terbit
Fakultas Ilmu Kesehatan SHB
Deskripsi Fisik

Abstract

Pneumonia adalah suatu proses inflamasi parenkim paru yang terdapat konsolidasi dan terjadi pengisian rongga alveoli oleh eksudat yang diakibatkan oleh bakteri, virus, jamur dan benda-benda asing (Ardiansyah, 2012). Pneumonia merupakan penyebab utama kematian balita di dunia. Pneumonia menyebabkan kematian lebih dari 2 juta balita setiap tahunnya. Pneumonia disebabkan oleh peradangan paru yang membuat napas menjadi sakit dan asupan oksigen sedikit (WHO, 2014). Tingginya angka kematian balita akibat pneumonia mengakibatkan target MDG’s (Millennium Development Goals) ke-4 yang bertujuan menurunkan angka kematian anak sebesar 2/3 dari tahun 1990 sampai 2014 tidak tercapai ( WHO, 2015).
Menurut WHO (World Health Organization) angka kematian balita pada tahun 2013 masih tinggi mencapai 6,3 juta jiwa. Kematian balita tertinggi terjadi di negara berkembang sebanyak 92% atau 29.000 balita (Rahman dkk, 2014). Kematian balita sebagian besar disebabkan oleh penyakit menular seperti pneumonia (15 %), diare (9%), dan malaria (7%) (WHO, 2013).
Kematian balita karena pneumonia sebagian besar diakibatkan oleh pneumonia berat berkisar antara 7%-13%. Kematian pneumonia di Indonesia pada tahun 2013 berada pada urutan ke-8 setelah India (174.000), Nigeria (121.000), Pakistan (71.000), DRC (48.000), Ethiopia (35.000), China (33.000), Angola (26.000), dan Indonesia (22.000).
Pneumonia merupakan penyebab kematian balita ke-2 di Indonesia setelah diare. Jumlah penderita pneumonia di Indonesia pada tahun 2013 berkisar antara 23%-27% dan kematian akibat pneumonia sebesar 1,19%. Di Jawa Tengah pada tahun 2013, terdapat kasus pneumonia sebanyak 55.932 penderita, kematian sebanyak 67 jiwa dengan (Crude Fatality Rate) CFR=0,27% (Kemenkes RI, 2014).
Kementerian Kesehatan RI (2013), menyebutkan bahwa di Indonesia, prevalensi kejadian pneumonia pada tahun 2010 sebesar 4,5%. Selain itu, pneumonia merupakan salah satu dari 10 besar penyakit rawat inap di rumah sakit, dengan proporsi kasus 53,95% laki-laki dan 46,05% perempuan. Pneumonia memiliki tingkat (Crude Fatality Rate) CFR yang tinggi, yaitu 7,6% (PDPI, 2014). Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi pneumonia pada usia lanjut mencapai 15,5% (Kementrian Kesehatan RI, 2013).
Berdasarkan data dan informasi Kesehatan Profil Kesehatan Indonesia (2016), penderita pneumonia pada balita di Jawa Tengah sebanyak 20.662 balita, sedangkan penderita pneumonia pada balita tertinggi di Jawa Barat sebanyak 169.791 dan terendah di Bengkulu sebanyak 613 balita. Jumlah angka kematian balita karena pneumonia tertinggi di Jawa Timur sebanyak 142 balita (Riskesdas, 2016).
Angka kejadian pneumonia di Kabupaten Banyumas tahun 2013 pada anak balita mencapai 2214 balita dari jumlah penduduk usia balita sebanyak 164.232 orang dan di Puskesmas Karanglewas tercatat ada 152 pasien dari jumlah penduduk usia balita sebanyak 5.196 orang (Dinkes Banyumas, 2013). Berdasarkan cakupan penderita pneumonia pada balita di Kabupaten Banyumas tahun 2015 sebesar 27,55% pada tahun 2014 sebesar 8,6% meningkat dari tahun sebelumnya (Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas, 2015).
Pneumonia adalah istilah umum untuk infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai kuman (virus, bakteri, jamur, dan parasit). Pneumonia juga didefinisikan sebagai radang akut yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. Penyakit ini merupakan manifestasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang paling berat karena dapat menyebabkan kematian. Sebagian besar kasus pneumonia disebabkan oleh virus, termasuk adenovirus, rhinovirus, virus influenza (flu), (Respiratory Syncytial Virus) RSV, human metapneumovirus, dan virus parainfluenza. Selain itu, virus campak (morbili) juga dapat menyebabkan komplikasi berupa pneumonia. Seringkali, pneumonia dimulai setelah infeksi saluran pernapasan atas (infeksi hidung dan tenggorokan), dengan gejala terlihat setelah 2 atau 3 hari dari demam atau sakit tenggorokan. Hal ini kemudian mempengaruhi paru-paru. Cairan dan sel darah putih mulai berkumpul di ruang udara dari paru-paru dan memblokir bagian udara, sehingga sulit bagi paru-paru untuk bekerja dengan baik (Mendri & Prayogi, 2017).
Berdasarkan Manajemen Balita Sakit (MTBS) (2015), suatu pendekatan terintegrasi yang digunakan untuk penatalaksanaan anak balita sakit di Puskesmas Purwokerto Selatan, klasifikasi ada tiga pertama batuk bukan pneumonia dengan gejala tidak ada tanda-tanda pneumonia berat maupun pneumonia, dengan diberikan pengobatan berupa pereda tenggorokan dan pereda batuk yang aman, obati whezzing bila ada, apabila batuk > 14 hari atau whezzing berulang, rujuk untuk pemeriksaan lanjutan, nasihati kapan kembali segera, dan kunjungan ulang 5 hari jika tidak ada perbaikan. Untuk pneumonia dengan gejala napas cepat diberi pengobatan dengan amoksilin 2x sehari selama 3 hari, beri pelega tenggorokan dan pereda batuk yang aman, obati whezzing bila ada, apabila batuk > 14 hari atau whezzing berulang, rujuk untuk pemeriksaan lanjutan, nasihati kapan kembali segera, dan kunjungan ualng 3 hari. Pneumonia berat dengan gejala tarikan dinding dada ke dalam atau saturasi oksigen

URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2194
APA Citation
. (2018). Asuhan keperawatan anak pada pasien pneumonia dengan masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas di Puskesmas Purwokerto Selatan Tahun 2017. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id




© 2018. UPT Perpustakaan - Universitas Harapan Bangsa, Formerly STIKes Harapan Bangsa Purwokerto, www.uhb.ac.id.
This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3 II SLiMS distro version ETD
Made by The Happy Team :-D
web
statistics

SHB YPDP


https://103.189.235.100/

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor