homescontents
homescontents

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research


Detail Cantuman

Kembali

Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Ny.S dengan Hipertensi di Wisma Pandu Balai Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap

XML
Pengarang
Diaz Irma Fitriany - Personal Name
Pernyataan Tanggungjawab
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Bahasa
Indonesia
Penerbit
STIKES Harapan Bangsa
Tahun Terbit
2018
Tempat Terbit
Fakultas Ilmu Kesehatan SHB
Deskripsi Fisik

Abstract

Tekanan darah tinggi (Hipertensi) merupakan masalah besar tidak hanya di negara Barat tapi juga di Indonesia. Bila tidak diatasi, tekanan darah tinggi akan mengakibatkan jantung bekerja keras hingga pada suatu saat akan terjadi kerusakan yang serius. Pada populasi umum kejadian tekanan darah tinggi tidak terdistribusi secara merata. Hingga usia 55 tahun lebih banyak ditemukan pada pria. Namun setelah terjadi menopause (biasanya setelah usia 50 tahun), tekanan darah pada wanita meningkat terus, hingga usia 75 tahun tekanan darah tinggi lebih banyak ditemukan pada wanita daripada pria (Nurul Wahdah, 2011).
Jumlah populasi lansia > 60 tahun diperkirakan hampir 650 juta orang dan diproyeksikan menjadi 2 milyar tahun 2050. Saat itu usia lanjut akan melebihi jumlah populasi anak (0-14 tahun) pertama kali dalam sejarah umat manusia. Akibat pertumbuhan penduduk lanjut usia di dunia semakin meningkat diperkirakan akan menjadi masalah baru bagi dunia kesehatan, sehingga WHO merencanakan program peningkatan kesehatan agar seseorang memiliki usia lebih panjang namun tetap produktif (Kemenkes RI, 2012). Bertepatan peringatan World Health Day 2013, WHO mengusung tema “Waspadai Hipertensi, Kendalikan Tekanan Darah” Kemenkes juga melakukan rangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman hipertensi. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan sistolik mencapai diatas 140 mmHg dan tekanan diastolik diatas 90 mmHg (Lubis H.R, 2008).
WHO (World Health Organization) mencatat pada tahun 2013 sedikitnya sejumlah 972 juta kasus Hipertensi, diperkirakan menjadi 1,15 milyar kasus pada tahun 2025 atau sekitar 29% dari total penduduk dunia menderita Hipertensi, dimana 333 juta berada dinegara maju dan 639 sisanya berada di negara berkembang termasuk Indonesia, hipertensi juga menempati peringkat ke 2 dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan dirumah sakit di Indonesia (Triyanto, 2014). Di tahun 2013 dengan menggunakan unit analisis individu menunjukkan bahwa secara nasional 25,8% penduduk Indonesia menderita penyakit hipertensi. Jika saat ini penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 65.048.110 jiwa yang menderita hipertensi (Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, 2014).
Menurut Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2016, kasus tertinggi penyakit tidak menular di Jawa Tengah tahun 2016 pada kelompok penyakit jantung dan pembuluh darah adalah penyakit hipertensi, yaitu sebanyak 344.033 orang atau (17,74%) dinyatakan hipertensi. Berdasarkan jenis kelamin, presentasi hipertensi pada kelompok laki–laki sebesar (20,88%), lebih tinggi dibandingkan pada kelompok perempuan yaitu (16,28%).
Hipertensi bisa memberikan gejala berlanjut pada suatu target organ tubuh sehingga timbul kerusakan lebih berat seperti stroke (terjadi pada otak dan berdampak pada kematian yang tinggi), penyakit jantung koroner (terjadi pada kerusakan pembuluh darah jantung) serta penyempitan ventrikel kiri/bilik kiri (terjadi pada otot jantung). Hipertensi merupakan penyakit yang sering dijumpai diantara penyakit tidak menular lainnya (Kemenkes RI, 2014).
Menurut Suiroka (2012), komplikasi hipertensi harus dikendalikan, sebab semakin lama tekanan yang berlebihan pada dinding arteri dapat merusak banyak organ vital dalam tubuh. Tempat-tempat utama yang paling dipengaruhi hipertensi adalah pembuluh arteri, jantung, otak, ginjal, dan mata.
Penatalaksanaan hipertensi yang dikemukakan oleh Sarif (2012), yaitu dengan nonfarmakologis dan dengan farmakologis. Cara nonfarmakologis dengan menurunkan berat badan pada penderita yang gemuk, diet rendah garam dan rendah lemak, mengubah kebiasaan hidup, olah raga secara teratur dan kontrol tekanan darah secara teratur. Tausiyah dapat menimbulkan respon relaksasi. Menurut penelitian Sulistyarini Indahria (2013) terapi relaksasi dapat membantu untuk menimbulkan rasa nyaman dan rileks. Dalam keadaan rileks, tubuh melalui otak akan memproduksi endorphrin yang befungsi sebagai analgesik alami tubuh dan dapat meredakan rasa nyeri (keluhan-keluhan fisik), selain itu, dalam keadaan rilaks tubuh akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatetis yang berfungsi untuk menurunkan detak jantung, laju pernafasan dan tekanan darah.
Menurut penelitian Rohimah S. & Kurniasih E. (2015) penggunaan kompres hangat / panas untuk area yang tegang dan nyeri dianggap mampu meredakan nyeri. Panas dapat mengurangi spasme otot yang disebabkan oleh iskemia neuron yang memblok transmisi lanjut rangsang nyeri yang menyebabkan terjadinya vasodilatasi dan peningkatan aliran darah didaerah yang dilakukan. Sedangkan terapi nonfarmakologis lainnya yang dapat dilakukan yaitu terapi jus tomat. Menurut Rahayu Muji R. (2017) buah tomat (Lycopersicum commune), mengandung kalium dan likopein yang mempunyai efek menurunkan tekanan darah. Kalium yang terdapat dalam jus tomat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dengan menghambat pelepasan renin sehingga terjadi peningkatan ekskresi natrium dan air seperti fungsi diuetik. Sedangakan dengan cara farmakologis yaitu dengan cara memberikan obat-obatan anti hipertensi seperti diuretik.
Hipertensi dapat dicegah dan dikontrol dengan diet sehat, aktivitas fisik teratur, menghindari konsumsi alkohol, mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal, serta hidup dilingkungan bebas asap rokok. Peran perawat dalam mengatasi pasien hipertensi dengan upaya promotif yaitu dengan memberikan penyuluhan kesehatan tentang penyakit hipertensi kepada lansia, upaya preventif yaitu dengan pengaturan diet, pembatasan perilaku merokok, manajemen pengendalian tekanan darah, pengaturan perilaku berolahraga dan memperhatikan status gizi lansia, upaya kuratif yaitu dengan mengajarkan managemen nyeri teknik relaksasi dan menganjurkan lansia untuk istirahat yang cukup (Kemenkes RI, 2013).
Tanda dan gejala yang sering muncul pada penderita hipertensi antara lain sakit kepala, vertigo, perubahan penglihatan, sesak nafas, nyeri dada, perdarahan hidung, mual muntah, kesemutan pada kaki dan tangan serta kejang atau koma. Pengkajian yang dilakukan pada penderita hipertensi antara lain nyeri atau ketidaknyamanan: angina (penyakit arteri kororner/keterlibatan jantung), nyeri hilang timbul pada tungkai, sakit kepala oksipital berat seperti yang pernah terjadi sebelumnya, nyeri abdomen, neurosensori: keluhan pusing, berdenyut, sakit kepala buboksipita (terjadi saat bangun dan menghilang secara spontan setelah beberapa jam) (Mujahidullah, 2012).
Diagnosa Keperawatan yang umum terjadi pada klien lanjut usia dengan Hipertensi adalah Nyeri Akut (00132). Nyeri Akut adalah pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial atau yang digambarkan sebagai kerusakan (International Association for the Study of Pain); awitan yang tiba-tiba atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi dan diprediksi. Batasan karakteristik pada diagnosa keperawatan ini dapat berupa laporan tentang perilaku nyeri/ perubahan aktivitas dan perubahan pola tidur. Sedangkan faktor yang berhubungan dengan diagnosa ini dapat berupa agen cidera biologis (Herdman & Kamitsuru, 2015).
Bentuk Intervensi keperawatan pada diagnosa nyeri dapat mencakup intervensi farmakologi dan nonfarmakologi. Kurangnya pengetahuan dan keahlian dalam intervensi farmakologi merupakan penghambat untuk mengoptimalkan manajemen nyeri pada lansia. Walaupun banyak pemberi asuhan keperawatan menganggap lansia tidak memiliki keinginan atau tidak mampu menggunakan intervensi nonfarmakologi, penelitian menunjukkan bahwa lansia sering kali sangat responsif terhadap penggunaan semua intervensi ini. Klien lansia cenderung memperlihatkan keinginan yang lebih besar dalam mengikuti program ini, lebih taat dalam pengobatan, dan ingin berusaha keras untuk mencapai perbaikan keadaannya (Maas et all., 2011).
Penulis mengambil asuhan keperawatan di Balai Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap sebagai tempat penelitian karena berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, penulis menemukan beberapa lansia dengan gejala dan keluhan hipertensi, berdasarkan hasil pra survey yang didapatkan dari data angka kesakitan Balai Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap, terdapat 100 orang lansia dengan kategori lanjut usia terlantar dan 72 orang lansia dengan kategori eks-psikotik terlantar. Pada tahun 2016 yang lalu mencatat 24 lansia mengalami hipertensi, sedangkan tahun 2017 mencatat ada 29 lansia mengalami hipertensi. Tidak semua lansia mengikuti pemeriksaan, terutama para lansia dengan kategori eks-psikotik terlantar. Rata-rata lansia yang mengalami penyakit hipertensi berada pada usia 50 tahun keatas dengan keluhan nyeri pada kepala, pusing, gemetar.
Dengan demikian nyeri kepala yang dialami oleh para penderita hipertensi merupakan hal yang perlu ditangani dengan tepat agar tekanan darah pasien dapat terkontrol dengan baik. Penanganan yang tepat juga dapat mencegah terjadinya hal-hal serius yang tidak diinginkan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk menyusun karya ilmiah yang berjudul ”Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Ny.S dengan Hipertensi di Wisma Pandu Balai Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap.



URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2198
APA Citation
. (2018). Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Ny.S dengan Hipertensi di Wisma Pandu Balai Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id




© 2018. UPT Perpustakaan - Universitas Harapan Bangsa, Formerly STIKes Harapan Bangsa Purwokerto, www.uhb.ac.id.
This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3 II SLiMS distro version ETD
Made by The Happy Team :-D
web
statistics

SHB YPDP


https://103.189.235.100/

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor