Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny.N Dengan Diabetes Mellitus (Ulkus Pedis Sinistra) di Ruang Kenanga RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara
Diabetes mellitus merupakan sekumpulan gejala metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemi) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Tiga komplikasi akut utama diabetes terkait ketidakseimbangan kadar glukosa yang berlangsung dalam jangka waktu pendek ialah hipoglikemia, Ketoasidosis Diabetis (DKA), sindrom nonketotik hiperosmolar, dan hiperglikemik. Diabetes mellitus juga dikaitkan dengan peningkatan insidensi penyakit makrovaskular, seperti penyakit arteri koroner (infark miokard), penyakit serebrovaskular (stroke), dan penyakit vascular perifer (Brunner & Suddarth, 2013).
Terdapat dua jenis penyakit diabetes mellitus yaitu diabetes mellitus tipe 1 IDDM (Insulin Dependen Diabetes Mellitus) dan diabetes mellitus tipe II NIDDM (Non Insulin Dependen Diabetes Mellitus), diabetes mellitus tipe I yaitu hilangnya sel penghasil insulin pada pulau-pulau langerhans pankreas sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes mellitus tipe II, terjadi ketidakmampuan tubuh merespon dengan wajar terdapat aktivitas insulin yang dihasilkan pankreas (resistensi insulin), sehingga tidak tercapainya kadar glukosa yang normal dalam darah. Tipe diabetes mellitus yang ketiga adalah gestational diabetes melitus (DM yang terjadi selama kehamilan) yaitu dimana sel beta memproduksi insulin dalam jumlah kurang. Diabetes mellitus tipe II lebih banyak ditemukan dan meliputi 90% dari semua kasus diabetes di seluruh dunia (Digiulio et al, 2014).
Prevalensi penderita ulkus diabetik sekitar 15% dengan resiko amputasi 30% serta 80% di Indonesia, ulkus diabetik merupakan penyebab paling besar perawatan di rumah sakit (Sulistyowati, 2015 dalam Kustianingsih, 2016).
Diabetes mellitus berada diurutan 4 penyakit kronis berdasarkan prevalensinya. Data Riskesdas tahun 2013, menyatakan penyakit diabetes mellitus di Indonesia adalah 6,9%. Merujuk kepada prevalensi nasional, Sumatera Barat memiliki prevalensi total DM sebanyak 1,8%. Sumatera Barat berada diurutan 14 dari 33 propinsi yang ada di Indonesia. Berdasarkan umur, penderita banyak dalam rentang usia 56-64 tahun dengan prevalensi sebesar 4,8% (Kementrian kesehatan Republik Indonesia, 2013).
Prevalensi diabetes mellitus tergantung insulin di propinsi Jawa Tengah pada tahun 2012 sebesar 0,6% lebih rendah dibanding tahun 2011 (0,09%). Prevalensi tertinggi adalah kabupaten Semarang sebesar 0,06%. Prevalensi kasus diabetes mellitus tidak tergantung insulin lebih dikenal dengan DM tipe II, mengalami penurunan dari 0,63% menjadi 0,55% pada tahun 2012. Prevalensi tertinggi adalah kota Magelang sebesar 7,93% (Departemen Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2012).
Upaya untuk mencegah terjadinya komplikasi dari diabetes mellitus, diperlukan pengontrolan melalui perubahan gaya hidup pasien DM yang tepat, tegas dan permanen. Pengontrolan diabetes mellitus diantaranya adalah pembatasan diet, peningkatan aktivitas fisik, pengobatan yang tepat, control medis teratur dan pengontrolan metabolic secara teratur melalui pemeriksaan laboratorium. Untuk menangani masalah gangguan integritas jaringan pada luka ganggren DM yaitu dengan perawatan luka yang berkembang saat ini adalah metode dressing. Balutan yang menggunakan mempertahankan lingkungan luar agar tetap lembab. Keputusan pasien diabetes mellitus terhadap terapi yang telah diindikasikan dan diresepakan oleh dokter akan memberikan efek yang positif (Gitarja, 2008 dalam Suarbawa, 2017).
International diabetes mellitus Federation (IDF) menyebutkan bahwa prevelensi diabetes mellitus di dunia adalah 1,9% dan telah menjadikan DM sebagai penyebab kematian urutan ketujuh di dunia. Tingginya prevalensi Diabetes mellitus tipe 2 disebabkan oleh faktor resiko yang tidak dapat dirubah misalnya jenis kelamin, umur, dan faktor genetik yang kedua adalah faktor risiko yang dapat diubah misalnya kebiasaan merokok tingkat pendidikan, pekerjaan, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, indeks masa tubuh, lingkar pinggang dan umur (Fatimah, 2013).
Diabetes mellitus disebut juga dengan the silent killer karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan penyakit yang akan ditimbulkan antara lain gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk (gangren), infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Tidak jarang, penderita DM yang sudah parah menjalani amputasi anggota tubuh karena terjadi pembusukan. Untuk menurunkan kejadian dan keparahan dari diabetes mellitus tipe 2 maka hidup dan pengobatan seperti obat oral hiperglikemik dan insulin pancreas dan atau gangguan fungsi insulin (retensi insulin) (Fatimah, 2013).
Berdasarkan hasil pra survey di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara selama kurun waktu 1 tahun (1 Januari – 27 November 2017), terdapat kasus diabetes mellitus di rawat jalan sebanyak 2.795 kasus, di rawat inap sebanyak 345 kasus, serta di ruang Kenanga sebanyak 113 kasus. Dibandingkan dengan kejadian tahun 2016 dalam 1 tahun sebanyak 1.235 kasus, ini menunjukan adanya peningkatan angka kejadian diabetes mellitus dengan kerusakan integritas jaringan dimana seseorang mengalami kerusakan membrane mukosa, korneal, jaringan pembungkus atau jaringan subkutan yang mengalami perubahan pada jaringan tubuh. Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa pasien diruang Kenanga RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara 90% menjalankan amputasi karena luka yang sudah nekrosi, tidak ada penebalan pada jaringan dan luka yang berbau busuk.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka dari itu, penulis tertarik untuk mengangkat laporan kasus dengan judul “Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny.N Dengan Diabetes Mellitus (Ulkus Pedis Sinistra) di Ruang Kenanga RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara”.
URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2203
APA Citation
. (2018). Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada Ny.N Dengan Diabetes Mellitus (Ulkus Pedis Sinistra) di Ruang Kenanga RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id