Asuhan Keperawatan Yang Akan Digambarkan Pada Karya Tulis Ilmiah Yaitu Tentang Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada Tn.X Dengan Post Appendiktomi Yang Dilakukan Perawatan Selama 3 Hari Diruang Kenanga RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara
Kesehatan merupakan suatu hal yang penting bagi kehidupan manusia.Petugas kesehatan kususnya perawat dalam hal ini memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat.Salah satu contohnya adalah kurangnya konsumsi makanan berserat dalam menu sehari-hari diduga sebagai salah satu masalah kesehatan yaitu appendisitis (Haesneli, 2012).
Peradangan akut pada appendisitis memerlukan tindakan bedah segera untuk mencegah komplikasi yang umumnya berbahaya.Keputusan klinis mendasar dalam mendiagnosis pasien dengan dugaan appendisitis ialah apakah perlu di lakukanya operasi atau tidak.Evaluasi yang baik dari kasus appendisitis akut dapat mengurangi intervensi untuk awal operasi.Dengan harapan dapat mengurangi resiko operasi yang tidak diperlukan. Penyakit radang usus buntu ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, Namun faktor pencetusnya ada beberapa kemungkinan yang sampai sekarang belum dapat diketahui secara pasti diantaranya faktor penyumbatan (obstruksi) pada lapisan saluran lumen appendisitis oleh timbunan tinja yang keras (fekalit), hyperplasia (pembesaran) jaringan limfoid, penyakit cacing, parasit, benda dalam tubuh, kanker primer dan striktur (Arman, 2006).
Angka kejadian appendisitis cukup tinggi di dunia.Berdasarkan word health organisasion (2010) yang dikutip oleh naulibasa (2011), angka mortalitas akibat appendisitis adalah 21.000 jiwa, dimana populasi laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Angka mortalitas appendisitis sekitar 12.000 jiwa pada laki-laki dan sekitar 10.000 jiwa pada perempuan. Data rekam medis di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara, Mencatat ada sekitar 50 kasus pasien tiap bulanya yang mengalami appendisitis pada tahun 2017. Tingginya angka tersebut mengharuskan perawat dapat memberikan penyuluhan dan perawatan yang efektif dan tepat. Penanganan standar appendisitis di dunia adalah operasi pengangkatan appendisitis yang disebut appendiktomi dan dilakukan laparotomi, jika sudah terjadi perforasi walaupun mortalitas appendisitis akut rendah tetapi angka morbiditasnya cukup tinggi.
Dengan lebih dari 250.000 appendiktomi di kerjakan tiap tahunnya. Appendisitis merupakan kedaruratan bedah abdomen yang yang paling sering dilakukan di Amerika Serikat. Insiden appendisitis puncaknya pada dekade pertama dan kedua kehidupan, jarang terjadi pada usia sangat muda dan tua. Namun, perforasi sering terjadi pada anak-anak dan umur lanjut, dimana periode ini merupakan angka tertinggi pada mortalitas. Insiden appendisitis lebih rendah pada Negara berkembang dan Negara terbelakang, terutama Negara afrika (Mubarak, 2008).
Diagnosis appendisitis ditegakan dengan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan ultrasonography (USG). Di jelaskan pada pemeriksaan laboratorium hematologi yaitu kadar leukosit appendisitis dapat mencapai 10.000-18.000 sel/mm3 maka umumnya terjadi perotinitis akibat perforasi.
Pada umumnya post oprasi appendiktomi mengalami nyeri akibat bedah luka operasi. Menurut Maslow bahwa kebutuhan rasa nyaman merupakan kebutuhan dasar setelah fisiologis yang harus terpenuhi. Seorang yang mengalami nyeri akan berdampak pada aktivitas sehari-hari. Seorang tersebut akan terganggu pemenuhan kebutuhan istirahat tidur, pemenuhan individu juga aspek interaksi sosialnya yang dapat berupa menghindari percakapan, menarik diri dan menghindari kontak. Selain itu seorang yang mengalami nyeri hebat akan berkelanjutan, apabila tidak ditangani pada akhirnya dapat mengakibatkan syok pada orang tersebut (Gannong, 2008).
Faktor yang dapat mempengaruhi nyeri post Appendiktomi adalah peran keluarga, keluarga dapat mencegah menimbulkan, mengabaikan dan memperbaiki masalah kelompoknya sehingga keluarga merupakan perantara efektif dalam kesehatan masyarakat. Peran keluarga sangat perlu untuk memberikan dukungan dan perhatian terhadap pasien supaya terbebas dari penyulit dan komplikasi yang mungkin timbul setelah operasi, Oleh karena itu peran keluarga diharapkan mampu memberikan motivasi pada pasien untuk mengurangi nyeri. Faktor lain yang mempengaruhi nyeri adalah umur, jenis kelamin, sosial budaya, perhatian, ansietas, pola koping (Achmad, 2007).
Hasil Pra survey yang dilakukan di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara, bahwa sekitar 70% perawat sudah dapat melakukan SOP prosedur perawatan pada pasien post appendiktomi dengan baik dan benar dengan prosedur seperti : Fase pra interaksi, Orientasi, Fase kerja, dan Fase Terminasi dengan baik dan efisien. Dalam hal ini teknik sterilisasi juga sangat dikedepankan karena berhubungan dengan perawatan luka yang mudah terkontaminasi.
Dari uraian di atas penulis ingin menggambarkan asuhan keperawatan pada Tn N tentang kejadian appendisitis yang ada di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara. Penulis tertarik melakukan hal ini untuk melihat standar kasus dan cara penanganan post appendiktomi guna meningkatkan kualitas pelayanannya dalam merawat pasien yang sakit kususnya pasien post Appendiktomi.
URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2205
APA Citation
. (2018). Asuhan Keperawatan Yang Akan Digambarkan Pada Karya Tulis Ilmiah Yaitu Tentang Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada Tn.X Dengan Post Appendiktomi Yang Dilakukan Perawatan Selama 3 Hari Diruang Kenanga RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id