Post partum adalah masa setelah melahirkan janin yang disebut masa nifas (Puerperium) (Suherni, 2009). Masa nifas merupakan masa yang diawali dari beberapa jam setelah plasenta lahir dan berakhir setelah 6 minggu setelah melahirkan (Andira, 2010). Menurut Sarwono (2008), masa nifas atau puerperium dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. Pelayanan pasca persalinan harus terselenggara pada masa itu untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi, yang meliputi upaya pencegahan, deteksi dini dan pengobatan komplikasi dan penyakit yang mungkin terjadi, serta penyediaan pelayanan pemberian ASI (Air Susu Ibu), cara menjaga jarak kehamilan, imunisasi dan nutrisi bagi ibu.
Persalinan berdasarkan cara pengeluarannya dibedakan menjadi 3 yaitu persalinan spontan, persalinan anjuran, dan persalinan buatan. Persalinan spontan adalah persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri melalui jalan lahir. Persalinan anjuran adalah persalinan dengan bantuan diberi obat-obatan baik disertai atau tanpa pemecahan ketuban (Baety, 2011). Persalinan buatan adalah persalinan dengan bantuan tenaga dari luar misalnya forcep, vacum, Sectio Caesarea. Menurut Liu (2008) Sectio Caesarea merupakan prosedur bedah untuk pelahiran janin dengan insisi melalui
abdomen dan uterus. Sectio Caesarea adalah tindakan pembedahan yang bertujuan melahirkan bayi dengan berat 500 g melalui sayatan pada dinding uterus yang masih utuh (intact), Sectio Caesarea dilakukan pada ibu dengan indikasi cephalopelvic disproportion (CPD), disfungsi uterus, distosia jaringan lunak, plasenta previa, sedangkan indikasi pada anak adalah janin besar, gawat janin dan letak lintang (Prawiroharjo, 2010).
Masalah yang muncul pada pasien post Sectio Caesarea akibat insisi oleh robeknya jaringan pada dinding perut dan dinding uterus adalah nyeri. Nyeri didefinisikan sebagai pengalaman sensori dan emosi yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial (International Society for the Study of Pain: 1979, dalam Billington, 2010). Tindakan untuk mengurangi nyeri pada teori antara lain observasi tanda-tanda vital, kaji nyeri (penyebab nyeri), berikan posisi yang nyaman, ajarkan berbagai macam teknik non farmakologik untuk mengatasi nyeri (teknik relaksasi nafas dalam dan distraksi), motivasi klien untuk mencoba salah satu teknik yang telah dipelajari untuk mengurangi nyerinya, kolaborasi pemberian obat analgetik sesuai program (Judha, dkk, 2012).
Penanganan nyeri dilakukan secara farmakologi dan non-farmakologi dengan tujuan untuk mengobati nyeri tersebut dengan cara menghilangkan gejala yang muncul. Pasien masih merasa nyeri dan tidak mampu beradaptasi dengan nyeri yang dirasakan apabila dari efek analgetik hilang sehingga dibutuhkan terapi non-farmakologis (Sujatmiko, 2013). Penggunaan terapi farmakologis bersamaan dengan non-farmakologis akan membantu pasien dalam beradaptasi dengan nyerinya sehingga dapat meningkatkan quality of life, berkurangnya penggunaan analgesic, pasien dapat kembali bekerja, memberikan pandangan yang berbeda tenang nyeri dan dampaknya dalam kehidupan pasien (Jorgensen, 2014).
Intervensi untuk penatalaksaan nyeri sangat beragam. Tidak ada intervensi yang membahayakan, tetapi tidak berarti semuanya dianggap aman. Ketika perawat menemukan beberapa intervensi untuk menangani nyeri, perawat perlu mempertimbangkan efek samping, resiko, biaya, pilihan pasien, pengalaman nyeri pasien, penyebab, dan analgesik yang dipakai (Crowe, et al., 2008). Dalam melaksanakan praktik keperawatan, perawat perlu memahami proses keperawatan yang akan dilakukan. Proses keperawatan terdiri dari pengkajian, diagnose, intervensi, implementasi, evaluasi. Proses keperawatan bersifat sistematis, berorientasi pada pasien, tujuan, berkelanjutan serta dinamis (Rosdahl & Kowalski, 2008).
Berdasarkan hasil survey di RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata pada tahun 2016 ada 120 pasien dengan sectio caesarea dan pada tanggal 31 Oktober 2017 sampai pada tahun 2018 angka kejadian sectio caesarea ada 447. Dari uraian diatas penulis tertarik untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Ny.R dengan Post Sectio Caesarea Di Ruang Bougenvile RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga
URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2206
APA Citation
. (2018). Asuhan Keperawatan Nyeri Akut pada Ny.R dengan Post Sectio Caesarea Di Ruang Bougenvile RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id