homescontents
homescontents

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research


Detail Cantuman

Kembali

Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada klien Dengan hipertensi di wisma Ratih Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap

XML
Pengarang
Windy Sindyana - Personal Name
Pernyataan Tanggungjawab
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Bahasa
Indonesia
Penerbit
STIKES Harapan Bangsa
Tahun Terbit
2018
Tempat Terbit
Fakultas Ilmu Kesehatan SHB
Deskripsi Fisik

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan systole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal (tekanan systole diatas 140 mmHg, diastole diatas 90 mmHg) (Murwani, 2016). Tekanan darah tinggi pada orang dewasa sebagai berikut klasifikasi tekanan darah menurut JNS (The Joint National Commite on Preventation, detection evolution and treatment of High Blood Pressure) klasifikasi sistolik dan diastolik untuk ukuran normal < 120 dan < 80 mmHg, pada prehipertensi dalam rentang sistolik 120 – 139 mmHg dan diastolik 85 – 89 mmHg. Hipertensi stage 1 ukuran sistolik 140 – 159 mmHg dan diastolik 90 – 99 mmHg, serta hipertensi stage 2 ukuran tekanan darah sistolik > 160 dan diastolik > 100 mmHg (Purwanto, 2012).
Seiring pertambahan usia akan terjadi penurunan elastisitas dari dinding aorta, pada lansia umumnya juga akan terjadi penurunan ukuran dari organ-organ tubuh tetapi tidak pada jantung. Jantung pada lansia umumnya akan membesar. Hipertensi pada lanjut usia sebagian besar merupakan hipertensi sistolik terisolasi (HST), meningkatnya tekanan sistolik menyebabkan besarnya kemungkinan timbulnya kejadian stroke dan infark myocard bahkan walaupun tekanan diastoliknya dalam batas normal (Isolated Systolic Hypertension). Suatu penelitian, hipertensi menempati 87% kasus pada orang yang berumur 50 sampai 59 tahun. Adanya hipertensi, baik HST maupun kombinasi sistolik dan diastolik merupakan faktor risiko morbiditas dan mortalitas untuk orang lanjut usia (Kuswardhani, 2010).
Menurut World Health Organization (WHO) bila tidak dilakukan upaya yang tepat jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat, dan diprediksi pada tahun 2025 sebanyak 29% atau 1.6 milyar orang di seluruh dunia menderita hipertensi, sedang di Indonesia angka kejadian hipertensi cukup tinggi. Data statistik terbaru menyatakan bahwa terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun keatas mengalami hipertensi pada tahun 2014 (WHO, 2015). Menurut profil kesehatan Jawa Tengah (2016) jumlah penduduk beresiko > 15 tahun yang dilakukan pengukuran tekanan darah tercatat sebanyak 2.87 juta jiwa atau 11,3%, dari hasil pengukuran tekanan darah sebanyak 344.033 orang atau 17,74% dinyatakan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hasil Riskesdas 2015 menunjukkan angka prevalensi hipertensi secara nasional (31,7%), jika dibanding hasil Riskesdas tahun 2010 (25,8%) menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan sehingga hal ini sangat perlu diwaspadai. Hal ini tentunya karena hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit degeneratif antara lain penyakit jantung, stroke dan penyakit pembuluh darah lainnya (Kemenkes, 2017).
Perubahan tekanan darah yang mengarah pada peningkatan ataupun penurunan dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik sehingga dapat memperberat keluhan pasien. Seperti pengalaman ada pasien mengalami nyeri akut yaitu karena mengalami peningkatan tekanan darah (Varvogli & Darvivi, 2011). Dewasa ini banyak penelitian yang telah melakukan upaya intensif untuk mengelola rasa nyeri yang terjadi pada hipertensi. Sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan yang mengharuskan managemen nyeri, bahkan dalam akreditasi Joint Commission International (JCI) isu managemen nyeri ini menjadi salah satu elemen penilaian yang dipersyaratkan untuk memenuhi pelayanan terhadap klien yang mengalami hipertensi dengan gejala nyeri, dan dalam assesmen nyeri salah satunya memakai COMFORT scale, salah satu kategorinya adalah dinilai seberapa besar perubahan tekanan darahnya akibat nyeri yang dirasakan (Riskesdas, 2016).
Proses keperawatan mencakup langkah pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan (termasuk identifikasi hasil yang diperkirakan), implementasi, dan evaluasi. Setiap langkah proses keperawatan penting untuk pemecahan masalah yang akurat dan dengan erat saling berhubungan satu sama lain (Potter & Perry, 2005). Menurut Pranaka (2014), pengkajian geriatrik adalah suatu prosedur diagnosis yang ditujukan untuk lansia, yang memang berbeda prosedurnya dengan prosedur diagnosis pada populasi lain karena konsep kesehatan dan sifat penyakit pada lansia yang berbeda. Pengkajian ini pada dasarnya bertujuan untuk mendiagnosis kelainan fisik/psikis yang bersifat fisiologik maupun patologik, mencari adanya gangguan organ/sistem, disabilitas dan handikap (ketidakmampuan sosial), untuk kemudian dilakukan terapi atas kelainan tersebut.
Penanganan hipertensi dengan masalah nyeri akut intervensi manejemen nyeri sangat diperlukan seperti teknik non farmakologi yaitu teknik nafas dalam dan teknik relaksasi. Tujuan dari tehnik relaksasi adalah mencapai keadan relaksasi menyeluruh, mencakup keadaan relaksasi secara fisiologis, secara kognitif, dan secara behavioral. Secara fisiologis keadaan rileksasi ditandai dengan penurunan kesadaran epinefrin dan non epinefrin dalam darah, penurunan frekuensi denyut jantung (sampai mencapai 24 kali per menit), penurunan tekanan darah, penurunan frekuensi nafas (sampai 4-6 kali per menit), penurunan ketegangan otot, metabolisme menurun, vasodilatasi dan peningkatan temperatur pada ekstremitas. Tehnik relaksasi nafas dalam adalah tehnik melakukan nafas dalam, nafas lambat dan bagaimana menghembuskan nafas dalam secara perlahan (Retno, 2013)
Berdasarkan analisis dan hasil penelitian perlu dilakukan suatu pelayanan melalui proses keperawatan lansia oleh tenaga kesehatan di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap melalui proses keperawatan lansia dimana tenaga kesehatan memberikan pelayanan kepada lansia. Proses keperawatan merupakan sekumpulan tindakan asuhan keperawatan yang diberikan untuk memperbaiki status kesehatan lansia maupun pasien (Zaidin, 2009).
Berdasarkan dari data tersebut serta penelitian yang dilakukan di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap terdapat kurang lebih 90 lansia, data yang telah diperoleh terdapat lansia yang mengalami hipertensi sebanyak 64 lansia atau sekitar 82 %. Hasil wawancara dari 6 lansia ada 3 lansia mengatakan apabila tekanan darah meningkat mereka merasakan nyeri yang sangat berat dibagian kepala sampai ketengkuk leher untuk mengatasinya lansia tersebut mengkonsumsi obat penurun hipertensi. sedangkan 3 lainnya mengatakan bila hipertensinya kambuh dengan tanda dan gejala yang sama mereka tidak teratur dalam meminum obat termasuk sehingga beresiko dapat menyebabkan terjadinya komplikasi dan tentunya dapat membahayakan bagi lansia tersebut.
Penulis memprioritaskan nyeri akut menjadi masalah keperawatan yang utama karena nyeri akut merupakan masalah kebutuhan kenyamanan pada diri seseorang dan berperan penting dalam perlindungan tubuh, artinya nyeri tidak saja menyangkut sistem syarat tetapi juga pertahanan tubuh yang meliputi berbagai sel imun serta berbagai sel-sel dan hormon yang bertugas untuk perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi, proses inilah yang bertugas memelihara kelangsungan hidup tubuh manusia. Menurut Wilkinson (2016) nyeri menjadi prioritas utama karena nyeri termasuk kebutuhan rasa aman nyaman, jika tidak segera ditangani dapat mengganggu aktivitas lainnya. penulis tertarik untuk mengambil studi tugas akhir dengan judul “Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada klien Dengan hipertensi di wisma Ratih Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap”.


URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2213
APA Citation
. (2018). Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada klien Dengan hipertensi di wisma Ratih Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id




© 2018. UPT Perpustakaan - Universitas Harapan Bangsa, Formerly STIKes Harapan Bangsa Purwokerto, www.uhb.ac.id.
This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3 II SLiMS distro version ETD
Made by The Happy Team :-D
web
statistics

SHB YPDP


https://103.189.235.100/

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor