Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit metabolisme dimana kadar glukosa darah dalam tubuh melebihi batas normal hingga mencapai ≥126 mg/dL (Darmansyah, 2013). Nilai normal kadar gula darah seharusnya berkisar antara 100-126 mg/dL setelah berpuasa lebih dari 8 jam, sedangkan 2 jam setelah makan, kadar gula darah normalnya tidak lebih dari 200 mg/dL (Baradeo, 2009).
Ketidaknormalan kadar gula darah terjadi karena tubuh tidak mampu menggunakan dan melepaskan insulin secara adekuat (Irianto, 2015). Insulin merupakan hormon yang di produksi oleh kelenjar pankreas dan bekerja untuk mengendalikan metabolisme karbohidrat dan glukosa di dalam darah (Maryuni, 2010). Diabetes mellitus terbagi atas 2 jenis, jika pankreas tidak mampu menghasilkan insulin sama sekali maka penderita akan mengalami ketergantungan dengan insulin dari luar selama seumur hidup, jenis ini disebut dengan Diabetes mellitus tipe 1, sedangkan apabila pankreas masih mampu menghasilkan insulin tetapi dalam jumlah yang sedikit, maka disebut dengan diabetes tipe 2. Penyakit ini paling sering dijumpai dan prevalensi setiap tahunnya mengalami peningkatan di seluruh dunia (Hartono, 2013).
Berdasarkan data tahun 2015 yang ditunjukkan oleh Perkumpulan Endokronologi (PERKENI) menyatakan bahwa jumlah penderita diabetes mellitus di Indonesia telah mencapai 9,1 juta orang dan menempati peringkat ke 5 teratas diantara negara-negara dengan jumlah penderita Diabetes Mellitus terbanyak di dunia, World Health Organizatiton memperkirakan pada tahun 2030 jumlah penderita Diabetes Mellitus akan meningkat menjadi sekitar 21,3 juta orang (PERKENI, 2015).
Berdasarkan dari data tersebut serta penelitian yang dilakukan di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap terdapat kurang lebih 112 lansia, data yang telah diperoleh terdapat lansia yang mengalami diabetes mellitus sebanyak 23 lansia atau sekitar 28 %.
Kasus diabetes mellitus terbanyak yang ditemui di Indonesia adalah diabetes Mellitus tipe 2, bahkan dalam jangka waktu yang akan datang akan meningkat secara drastis, hal ini disebabkan karena faktor keturunan, obesitas, makan secara berlebihan, kurang olahraga, serta perubahan gaya hidup (Kusnanto, 2013). Selain itu kebanyakan penderita menganggap bahwa penyakit diabetes mellitus bukan termasuk masalah yang serius, sehingga penderita tidak mempunyai keinginan untuk melaksanakan program diit diabetes mellitus, hal ini menyebabkan peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus (Smeltzer, 2013).
Secara umum terdapat empat pilar dalam program diabetes mellitus, yang pertama adalah edukasi, penderita harus paham betul mengenai riwayat penyakit diabetes mellitus, kedua berupa pembatasan diit makanan, penderita harus patuh terhadap pola diit yang dijalani dan tidak boleh melebihi batas diit, selanjutnya adalah olahraga, gerak badan sangat diperlukan untuk membakar kadar gula darah dalam tubuh yang berlebih, yang terakhir ialah terapi farmakologis (Santoso, 2011). Berbagai macam obat dan jenis insulin telah ditemukan sebagai pengobatan diabetes mellitus, tapi pengobatan yang utama adalah pengelolaan diit yang tepat, terutama pada diabetes mellitus tipe 2 (Suyono, 2006). Pengelolaan ini mempunyai tujuan untuk mempertahankan kadar gula darah dalam tubuh agar tetap dalam batas normal serta mengatasi berbagai macam keluhan yang sering dialami oleh panderita diabetes seperti badan kesemutan dangangguan pada penglihatan (FKUI, 2007).
Komplikasi kronis meliputi penyakit mikrovaskular termasuk gangguan penglihatan (diabetic retinopathy), gangguan ginjal (nefhropathy), dan kerusakan pada pembuluh darah (diabetic neuropathy) (Baradero, dkk. 2009). Banyak penderita DM yang lebih fokus dan hanya mengutamakanpada penanganan diet, dan mengonsumsi obat–obatan. Namun penanganan diet yang teratur belum menjamin akan terkontrolnya kadar gula darah, akan tetapi hal ini harus diimbangi dengan latihan fisik yang sesuai (Sinaga, 2012). Latihan jasmani selain untuk menjaga kebugaran juga dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga akan memperbaiki kadar glukosa darah (Sugondo et al, 2009).
Proses keperawatan mencakup langkah pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan (termasuk identifikasi hasil yang diperkirakan), implementasi, dan evaluasi. Setiap langkah proses keperawatan penting umtuk pemecah masalah yang akurat dan dengan erat saling berhubungan satu sama lain (Potter & Perry, 2005). Menurut Pranaka (2014). pengkajian geriatrik adalah suatu prosedur diagnosis yang ditunjukan untuk lansia, yang memang berbeda prosedurnya dengan prosedur diagnosis pada populasi lain karena konsep kesehatan dan sifat penyakit pada lansia yang berbeda. Pengkajian ini pada dasarnya bertujuan untuk mendiagnosis kelainan fisik/psikis yang bersifat fisiologik maupun patologik, mencari adanya gangguan organ/sistem, disabilitas dan handikap (ketidakmampuan sosial), untuk kemudian dilakukan terapi atas kelainan tersebut.
Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap merupakan tempat khusus lanjut usia untuk bisa dilakukan asuhan keperawatan secara komprehensif. Berdasarkan data catatan kesehatan didapatkan jumlah lansia 112 orang. tahun 2016-2017 angka kejadian diabetes mellitus mencapai 28 % dari jumlah lansia yang ada. Hasil pemriksaan gula darah dari 3 lansia yang diambil rata-rata mencapai 300 mg/dL yang artinya melebihi batas normal dari gula darah sewaktu yang berkisar 100-150 mg/dL. Sehingga hal ini diperlukan asuhan keperawatan secara komprehensif untuk dapat mengurangi timbulnya peningkatan jumlah lansia yang mengalami diabetes mellitus khususnya pada masalah risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah. Berdasarkan data yang telah disebutkan dalam latar belakang, penulis tertarik untuk mengambil studi kasus tentang “Asuhan Keperawatan Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Dengan diabetes mellitus Di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap”.
URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2229
APA Citation
. (2018). Asuhan Keperawatan Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Dengan diabetes mellitus Di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id