Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit pernafasan yang bersifat akut dengan berbagai macam gejala (sindrom). Penyakit ini disebabkan oleh berbagai sebab (multifaktorial). Meskipun organ saluran pernapasan yang terlibat adalah hidung, laring, tenggorokan, brokus, trakhea, dan paru-paru, tetapi menjadi fokus adalah paru-paru. Titik perhatian ini disepakati karena tingginya tingkat mortalitas radang paru-paru (Widoyono, 2011).
World Health Organization (WHO) (2015), memperkirakan insiden ISPA di negara berkembang dengan angka kematian balita di atas 40 per 1000 kelahiran hidup adalah 15%-20% per tahun. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di mana penyakit ISPA masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakatnya. Episode penyakit ISPA pada balita di Indonesia diperkirakan 3-6 kali per tahun ini berarti seorang balita rata-rata menderita ISPA sebanyak 3 sampai 6 kali setahun. ISPA juga merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien di sarana kesehatan yaitu sebanyak 40%-60% kunjungan berobat di puskesmas dan 15%-30% kunjungan berobat di bagian rawat jalan dan rawat inap rumah sakit.
2
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri dan berlangsung selama 14 hari. Penyakit ISPA merupakan infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan bagian bawah. Gejala yang ditimbulkan yaitu gejala ringan (batuk dan pilek), gejala sedang (sesak dan wheezing) bahkan sampai gejala yang berat (sianosis dan pernapasan cuping hidung). Komplikasi ISPA yang berat mengenai jaringan paru dapat menyebabkan terjadinya pneumonia. Pneumonia merupakan penyakit infeksi penyebab kematian nomor satu pada balita (Riskesdas, 2013). Beberapa faktor risiko terjadinya ISPA adalah faktor lingkungan, ventilasi, kepadatan rumah, umur, berat badan lahir, imunisasi, dan faktor perilaku (Naning, 2012).
Berdasarkan konsep kebutuhan dasar manusia, pemenuhan kebutuhan pengaturan suhu tubuh termasuk dalam kebutuhan fisiologis yang merupakan hal yang mutlak termasuk untuk bertahan hidup. Kebutuhan dasar manusia lainnya, seperti kebutuhan rasa aman dan keselamatan, kebutuhan rasa cinta memiliki dan dimiliki, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualiasi diri. Apabila kebutuhan dasar tidak terpenuhi, maka akan muncul suatu kondisi patologis salah satunya adalah hipertermi (Mubarak, 2008)
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab yang sering terjadi pada anak, penyebab ISPA seperti batuk, pilek, dan demam sedang sampai tinggi (hipertermi). Biasanya setiap penyebab hipertermi menimbulkan gejala yang berbeda-beda namun pada umumnya hipertermi yang diderita oleh anak diikuti dengan perubahan sifat atau sikap, misalnya
3
menurunnya gairah bermain, lesu, pandangan mata meredup rewel, cengeng atau sering menangis, dan cenderung bermalas-malasan. Secara garis besar, ada dua katagori hipertermi yang seringkali diderita oleh anak yaitu hipertermi noninfeksi yaitu hipertermi yang bukan disebabkan masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh, contohnya hipertermi karena stres, sedangkan hipertermi infeksi adalah hipertermi yang disebabkan oleh masuknya patogen misalnya kuman, bakteri, atau virus (Widjaja, 2010).
Masalah hipertermi sudah menjadi fokus perhatian tersendiri pada profesi kesehatan baik itu dokter, perawat, dan bidan. Bagi profesi perawat masalah gangguan suhu tubuh atau perubahan suhu tubuh termasuk demam sudah dirumuskan secara jelas pada North America Nursing Diagnosis Association / NANDA (Sodikin, 2012).
Hasil pengkajian selama melaksanakan praktek di Puskesmas Kedungbanteng tanggal 14 Desember 2018 terdapat data pasien yang terkena ISPA pada 10 orang anak dan setiap bulan terjadi peningkatan. Selama 6 bulan terakhir terdapat jumlah pasien ISPA 274 orang, dengan tanda dan gejala batuk, pilek, demam sampai tinggi (hipertermi), akral teraba hangat, dan kulit kemerahan.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan tindakan asuhan keperawataan hipertermi pada An. A dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Di Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.
URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2230
APA Citation
. (2018). asuhan keperawataan hipertermi pada An. A dengan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Di Puskesmas Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id