Asuhan Keperawatan Risiko Infeksi Pada Pasien Dengan Diabetes Melitus Type II Post Debridemen Et Causa Abses Perianal Di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik yang dikarakteristikkan oleh tingginya kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia) karena defeksekresi insulin, defekkerja insulin atau kombinasi keduanya (Smeltzer& Bare,2013). Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik dimana penderita diabetes tidak bias memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efekif sehingga terjadi kelebihan gula di dalam darah, keadaan ini biasanya baru disadari oleh penderita setelah terjadi komplikasi lanjut pada organ tubuhnya.
Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2016 diperkirakan secara global terdapat 422 juta orang dewasa berusia diatas 18 tahun yang hidup dengan diabetes mellitus. Hal ini didukung oleh data dari Internatinal Diabetes Federation (IDF) yang menyatakan bahwa terdapat 382 juta orang (175 diperkirakan belum terdiagnosis) penderita diabetes mellitus. Didunia penderita diabetes mellitus tahun 2013, diperkirakan akan meningkat menjadi 592 juta orang di tahun 2035 (Kementerian Republik Indonesia, 2014).
Data dari IDF memaparkan data angka kasus diabetes di Indonesia berdasarkan hasil survey tahun 2013 menempati urutan keempat tertinggi di dunia setelah Cina, India dan Amerika yaitu 10 jutajiwa. IDF menyebutkan Indonesia masuknegara di dunia yang rawan diabetes karena jumlah penderitanya semakin meningkat dari tahun ketahun dengan proposal penderita diabetes daritahun 1980-an pada penduduk usia 15 tahun keatas sebesar 1,5 – 2,3 % dengan prevelensi didaerah rural/pedesaan lebih rendah dari pada perkotaan sedangkan pada tahun 2000-an meningkat menjadi 7,5% penderita diaetes mellitus pada tahun 2013 dari jumlah penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun 176.689.336 orang, diestimasikan terdapat 6,9% kasus diabetes mellitus maka dapat diperkirakan jumlah asolutnya 12.191.564 orang (KementrianKesehatan RI, 2014).
Di provinsi Jawa Tengah prevalensi tertinggi adalah Kabupaten Semarang sebesar 0,66%, sedangkan prevalensi kasus diabetes mellitus tidak tergantung insulin lebih dikenal dengan diabetes mellitus tipe II, mengalami penurunan dari 0,63% menjadi 0,55% padatahun 2012. Prevalensi tertinggi adalah Kota Magelang sebesar 7,93% (DepkesJateng, 2012).
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara melalui unit rekam medic didapatkan data kejadian diabetes mellitus pada tahun 2016 terdapat 217 penderita diabetes mellitus yang berobat. Padatahun 2017 terdapat 329 penderita diabetes mellitus yang berobat. Data tersebut dapat disimpulkan adanya peningkatan jumlah kasus diabetes mellitus di RSUD. Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara dari tahun 2016 sampai tahun 2017.
Berdasarkan survey yang dilakukan di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara pasien yang menderita penyakit diabetes mellitus dengan risiko infeksi adalah sejumlah 1 pasien.
Hasil penelitian Amu(2014) memaparkan factor pencetus penderita diabetes mellitus yakni sebesar 88.24% berasal dari genetik, 88.24% berasal dari factor usia, 73.5% berasal dari factor obesitas, 35.3% berasal dari hipertensi ringan dan 17.6% berasal dari hipertensi sedang serta 2.9% berasal dari hipertensi berat, 41.1% kadang olahraga, 47.1% tidak pernah melakukan olahraga.
Keluhan khas secara umum untuk penderita Diabetes Mellitus diantaranya poliuria (banyak kencing), polidipsia (banyak minum), polifagia (banyak makan) (Atun, 2010). Gejala Diabetes melitus yang bervariasi dapat timbul secara perlahan-lahan sehingga penderita tidak menyadari akan adanya perubahan seperti minum yang lebih banyak, buang air kecil lebih sering, mudah lapar, serta berat badan menurun. Gejala tersebut berlangsung lama tanpa memperhatikan diet, olah raga, dan pengobatan sampai orang tersebut memeriksakan kadar gula darahnya (Murwani, 2009).
Asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus ditangani dengan penatalaksanaan diabetes mellitus pada langkah pertama yang harus dilakukan adalah penanganan tanpa obat berupa diet dan olahraga. Apabila langkah pertama ini belum tercapai, dapat dengan langkah farmakologis berupa terapi insulin atau terapi obat hipoglikemik oral, atau kombinasi keduanya (Sujono, 2011). Penatalaksanaan keperawatan untuk penderita diabetes mellitus dapat mencakup berbagai gangguan fisiologis, penderita diabetes mellitus yang baru terdeteksi memerlukan ketrampilan untuk menguasai konsep yang diperlukan untuk penatalaksanaan jangka panjang serta untuk menghindari kemungkinan terjadinya komplikasi. Pendidikan kesehatan menjadi landasan penting sebagai perencanaan tindakan keperawatan bagi penderita diabetes mellitus (Smeltzer& Bare, 2013).
Komplikasi yang dapat muncul pada pasien dengan diabetes mellitus adalah adanya luka ulkus. Pengkajian terhadap klien untuk penegakan diagnosa risiko infeksi dengan mengkaji adanya ulkus, tanda dan gejala infeksi, adanya kemerahan. Hasil utama yang diharapkan pada klien yaitu tidak adanya tanda dan gejala infeksi. Pasien dengan diabetes mellitus sangat tinggi terhadap risiko infeksi karena adanya luka yang sulit sembuh menjadi kemungkinan tinggi terjadirisikoinfeksi (Riyadi, 2011).
Penyakitpada pasien diabetes mellitus ini perawat harus melakukan tindakan berupa pemberian berupa obat dan tindakan keperawatan berupa infection control, perawatan luka, dan melakukan pendidikan kesehatan. Perawat mempunyai peran yang penting dalam merawat pasien diabetes mellitus yaitu dalam membuat perencanaan untuk mencegah timbulnya luka kaki diabetic dengan cara melakukan perawatan kaki, inspeksi kaki setiaphari, menjaga kelembapan, menggunakan alas kaki yang sesuai dan melakukan olahraga kaki. Salah satu peran perawat yang tidak kalah penting adalah dalam memberikan perawatan luka pada pasien DM yang mengalami luka kaki diabetes (Handayani, 2011).
Berdasarkanhaltersebut, maka penulis tertarik untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah dengan judul Asuhan Keperawatan Risiko Infeksi Pada Pasien Dengan Diabetes Melitus Type II Post Debridemen Et Causa Abses Perianal Di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara.
URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2252
APA Citation
. (2018). Asuhan Keperawatan Risiko Infeksi Pada Pasien Dengan Diabetes Melitus Type II Post Debridemen Et Causa Abses Perianal Di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id