Chronic Kidney Disease (CKD) adalah proses kerusakan ginjal selama rentang waktu lebih dari tiga bulan. Chronic Kidney Disease (CKD) dapat menimbulkan simtoma, yaitu laju filtrasi glomerular berada di bawah 60 ml/men/1.73 m2 , atau diatas nilai tersebut yang disertai dengan kelainan sedimen urine. Selain itu, adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi Chronic Kidney Disease pada penderita kelainan bawaan, seperti hioeroksaluria dan sistinuria (Muhammad, 2012).
Chronic Kidney Disease gejalanya muncul secara bertahap biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas, sehingga penurunan fungsi ginjal tersebut sering tidak dirasakan, tahu-tahu sudah pada tahapan yang parah yang sulit di obati. Chronic Kidney Disease sama dengan hipertensi, penyakit ikutan yang berkaitan, termasuk silent kiler, yaitu penyakit mematikan yang tidak menunjukan gejala peringatan sebelumnya, sebagaimana umumnya yang terjadi pada penyakit berbahaya lainnya (Syamsir & Iwan, 2007).
Berdasarkan estimasi World Health Organization (WHO), secara global lebih dari 500 juta orang mengalami penyakit Chronic Kidney Disease (CKD). Sekitar 1,5 juta orang harus menjalani hidup bergantung pada cuci darah. Sementara itu, di Indonesia, saat ini terdapat sekitar 70.000 penderita Chronic Kidney Disease (CKD) yang memerlukan cuci darah (Siswono, 2008).
Gagal ginjal kronik sudah merupakan masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia (Perhimpunan Nefrologi Indonesia, 2004). Laporan The United States Renal Date System (USRDS) pada tahun 2007 menunjukkan adanya peningkatan populasi penderita gagal ginjal kronik di Amerika Serikat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dimana prevalensi penderita gagal ginjal kronik mencapai 1.569 orang per sejuta penduduk (Warlianawati, 2007). Sedangkan jumlah penderita gagal ginjal di Indonesia saat ini terbilang tinggi, mencapai 300.000 orang tetapi belum semua pasien dapat tertangani oleh para tenaga medis, baru sekitar 25.000 orang pasien yang dapat ditangani, artinya ada 80 persen pasien tak tersentuh pengobatan sama sekali (Susalit, 2012).
Berdasarkan data catatan medik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto didapat data kasus Chronic Kidney Disease menduduki peringkat ke 2 dan mengalami peningkatan pada 2 tahun terakhir. Pada tahun 2014 didapat data sejumlah 626 klien pada kasus Chronic Kidney Disease dan pada tahun 2015 angka kejadian didapat data sejumlah 707 kasus, sedangkan pada tahun 2016 didapat penurunan angka kejadian yaitu sejumlah 436 kasus.
Berdasarkan uraian di atas tentang besarnya masalah gagal ginjal kronik, maka peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan gagal ginjal kronik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2255
APA Citation
. (2018). asuhan keperawatan pada pasien dengan gagal ginjal kronik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id