Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari (Depkes RI, 2011). Penyakit diare merupakan salah satu penyebab mortalitas dan mordibitas anak di dunia. Diare menjadi penyebab kematian kedua di dunia pada anak di bawah lima tahun, yaitu sekitar 760.000 anak meninggal karena diare. Sebagian disebabkan oleh makanan dan sumber air yang terkontaminasi penyebab diare. Sebesar 780 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum dan 2,5 milyar orang tidak memiliki sanitasi. Diare akibat infeksi tersebar luas di seluruh negara berkembang. Contoh negara berkembang antara lain China, Malaysia, Thailand, Turki, Pakistan, dan Indonesia. Angka prevelensi di dunia mencapai 360.000 anak di dunia terkena penyakit diare (WHO, 2013).
Berdasarkan rekapitulasi Kejadian Luar Biasa diare dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2015, bahwa tahun 2008 angka kematian saat KLB masih cukup tinggi (>1%) yaitu 2,94%, kecuali pada tahun 2011 angka kematian KLB bahkan menurun menjadi 2,47%. Angka kesakitan nasional hasil Survei Mordibitas Diare tahun 2012 yaitu sebesar 214/1.000 penduduk, sehingga diperkirakan jumlah penderita diare di fasilitas kesehatan sebanyak 5.097.247 orang. Jumlah penderita diare yang dilaporkan ditangani di fasilitas kesehatan sebanyak 4.017.861 orang atau 74,33%, namun data tersebut masih di bawah target nasional yaitu sebesar 5.405.235 atau 100% (Kemenkes RI, 2016).
Proporsi kasus diare di Jawa Tengah tahun 2015 sebesar 67,7%, menurun bila dibandingkan proporsi tahun 2014 yaitu 79,8%. Angka penemuan kasus diare di Kabupaten Banyumas berada pada urutan ke 18 yaitu sebesar 67,8% (Dinkes Jateng, 2015). Kasus diare di Kabupaten Banyumas dari tahun ke tahun masih tetap tinggi dibanding dengan kasus penyakit lainnya. Angka kesakitan diare di Kabupaten Banyumas tahun 2014 adalah 214/1.000 penduduk, sedangkan pada tahun 2013 adalah 21,55/1.000 penduduk. Jumlah kasus diare yang ditemukan pada tahun 2015 sebesar 35.006 kasus, sedangkan jumlah kasus diare yang ditangani sebesar 23.728 kasus (67,8) (Dinkes Kabupaten Banyumas, 2015).
Data kasus diare di Puskesmas Purwokerto Selatan pada tahun 2015 sebesar 1.174 kasus. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Purwokerto Selatan pada 7 November 2017 bahwa kasus diare yang terjadi pada anak balita dari bulan Juli 2017 sampai Oktober 2017 sebanyak 90 orang balita. Rata-rata per bulan sebanyak 23 orang balita yang mengalami diare.
Sebagian besar orang yang meninggal karena diare sebenarnya karena dehidrasi berat dan kehilangan cairan. Salah satu penyebab dehidrasi karena ketidaksesuaian penatalaksanaan diare baik di pelayanan kesehatan maupun dirumah. Hal tersebut ditunjukkan dengan cakupan penggunaan oralit dan zink pada anak balita dengan diare di Indonesia sebesar 33,3% dan 16,9% (Riskesdas, 2013). Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial KLB yang sering disertai dengan kematian.
Berdasarkan data di atas, maka didapatkan masalah keperawatan yang muncul pada penyakit diare, yaitu kekurangan volume cairan, ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, dan defisiensi pengetahuan, sehingga tenaga kesehatan di Puskesmas Purwokerto Selatan memberikan pendidikan kesehatan dan konseling tentang diare serta mengajarkan keterampilan perawatan dasar dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia, diperlukan juga dukungan atau support pada keluarganya (Dinkes Kabupaten Banyumas, 2015).
Berdasarkan kasus tersebut diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan studi kasus tentang asuhan keperawatan anak terutama gangguan keseimbangan cairan terhadap diare di Puskesmas Purwokerto Selatan.
URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2262
APA Citation
. (2018). asuhan keperawatan anak terutama gangguan keseimbangan cairan terhadap diare di Puskesmas Purwokerto Selatan. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id