homescontents
homescontents

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research


Detail Cantuman

Kembali

Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada TN.S Dengan Pre Operasi Debridement Ulkus Diabetes Mellitus Di Ruang Lavender RSUD DR,R.Goeteng Taroenadibrata Purbalingga

XML
Pengarang
DINI AMELIA SETIYOWAT - Personal Name
Pernyataan Tanggungjawab
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Bahasa
Indonesia
Penerbit
Universitas Harapan Bangsa
Tahun Terbit
2019
Tempat Terbit
Purwokerto
Deskripsi Fisik

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang berlangsung kronik dimana penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadi kelebihan gula di dalam darah. Keadaan ini biasanya baru disadari oleh penderita setelah terjadi komplikasi lanjut pada organ tubuhnya. Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit kronis progresif dimana tubuh tidak mampu untuk melakukan metabolisme lemak, protein dan karbohidrat yang mengarah pada keadaan hiperglikemia (kadar glukosa darah yang tinggi). Diabetes mellitus yang sering disebut gula tinggi (Black dan Hawks, 2014).
DM sering dijuluki the great imitator karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan dengan gejala yang sangat bervariasi. Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung lama tanpa diperhatikan sampai seorang pergi ke dokter dan periksa kadar glukosa darahnya (Atun, 2010). Diabetes mellitus merupakan sekumpulan gejala metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemi) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Tiga komplikasi akut utama diabetes terkait ketidakseimbangan kadar glukosa yang berlangsung dalam jangka waktu pendek ialah hipoglikemia, Ketoasidosis Diabetis (DKA), sindrom nonketotik hiperosmolar dan hiperglikemik. Diabetes mellitus juga dikaitkan dengan peningkatan insidensi penyakit makrovaskular, seperti penyakit arteri koroner (infark miokard), penyakit serebrovaskular (stroke), dan penyakit vascular perifer (Brunner & Suddarth, 2013).
Terdapat dua jenis penyakit diabetes mellitus yaitu diabetes mellitus tipe I IDDM (Insulin Dependen Diabetes Mellitus) dan diabetes mellitus tipe II NIDDM (Non Insulin Dependen Diabetes Mellitus). DM tipe 1 terjadi karena sel beta islet langerhans di pancreas. Ketika sel beta rusak, insulin tidak lagi di produksi. Diabetes mellitus tipe II merupakan suatu kondisi hiperglikemi puasa yang terjadi meski tersedia insulin endogen, terjadi ketidakmampuan tubuh merespon dengan wajar terdapat aktivitas insulin yang dihasilkan pankreas (resistensi insulin), sehingga tidak tercapainya kadar glukosa yang normal dalam darah (Lemone, dkk 2017).
Menurut data World Health Organization (WHO, 2014) bahwa pada tahun 2012 terdapat 1,5 juta penduduk terjadi kematian yang disebabkan diabetes dengan prevalensi sekitar 2,7%. Dari kejadian angka kematian akibat DM di dunia, 70% terjadi kematian di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.Pada tahun 2014, penderita DM sebesar 422 milyar di dunia (WHO, 2014). Menurut International Diabetes Federation (IDF, 2015), prevalensi dengan penderita DM pada tahun 2015 adalah 415 milyar orang. Angka penderita DM menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2013) didapatkan hasil 1,1% pada tahun 2007 menjadi 2,1% tahun 2013. Data tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan sebesar 1% dalam rentang enam tahun (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Provinsi Jawa Tengah melaporkan data penyakit tidak menular seperti DM dengan hasil 14,24% pada tahun 2013 serta hasil penderita DM sebesar 16,53% pada tahun 2014. Prevalensi penyakit DM menduduki peringkat ke-2 diantara penyakit tidak menular lainnya seperti jantung, neoplasma, PPOK dan asma bronkial. Hasil tersebut didapatkan dari jumlah kasus DM tergantung insulin tahun 2013 sebesar 9.376 kasus dan DM tidak tergantung insulin sebesar 142.925 kasus (Dinas Kesehatan Jawa Tengah, 2014).
Ulkus diabetikus merupakan salah satu bentuk komplikasi kronik diabetes mellitus berupa luka terbuka pada permukaan kulit yang dapat disertai adanya kematian jaringan setempat. DM dengan ulkus diabetikus merupakan salah satu penyakit kronik sehingga diperlukan pengelolaan yang terus menerus agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berakibat pada penurunan kualitas hidup pasien (Hasanat & Ningrum, 2010).
Ulkus diabetikus bisa menyebabkan kerusakan integritas jaringan. Kerusakan integritas jaringan merupakan suatu keadaan dimana individu mengalami kerusakan integumen, membran mukosa, corneal, jaringan pembungkus atau jaringan subkutan. Batasan minor mungkin terdapat pemasukan kulit, eritrema, lesi (primer, sekunder), dan pruritus (Doenges et al, 2014). Prevalensi penderita ulkus diabetik sekitar 15% dengan risiko amputasi 30% serta sebesar 80% di Indonesia, ulkus diabetik merupakan penyebab paling besar perawatan di rumah sakit (Sulistyowati, 2015 dalam Kustianingsih). Perkiraan prevalensi kejadian ulkus kaki kira-kira dari 4% sampai 10%, sedangkan risiko seumur hidup ulkus diabetik berkisar antara 15% sampai 25% (Amin dan Doupis, 2016).
Alasan ulkus diabetikus itu berbahaya, karena jika jaringan mati maka akan terjadi kerusakan pada saraf dan pembuluh darah. Penderita diabetes dengan kerusakan persarafan akan menunjukkan kerusakan pada sistem saraf sensorik, motorik, dan otonomik. Pada kerusakan sistem saraf sensorik secara umum akan kehilangan sensitivitas yang dapat memberi peluang terjadinya suatu cedera atau trauma tanpa diketahui, selain itu ulkus diabetik juga menyebabkan komplikasi yang timbul salah satunya yaitu yang sifatnya ulkus. Ulkus diabetikus merupakan luka terbuka pada permukaan kulit terjadi kematian jaringan karena adanya infeksi yang luas disertai invasif kuman saprofil. Adanya kuman saprofil tersebut menyebabkan ulkus berbau, jika diatasi dengan baik, hal itu akan berlanjut menjadi pembusukan bahkan dapat diamputasi (Wijaya & Yessi, 2013)
Hasil prasurvai DM Tipe II dengan ulkus diambil saat penulis praktik PKK III Keperawatan Medikal Bedah di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga bahwa diperoleh kasus DM pada tahun 2017 terdapat 112 kasus ulkus diabetes mellitus dan pada tahun 2018 terdapat 142 kasus ulkus diabetes mellitus. Sedangkan angka kejadian ulkus diabetes mellitus di Ruang Lavender pada tahun 2017 terdapat 2 kasus ulkus diabetes mellitus dan pada tahun 2018 terdapat 4 kasus ulkus diabetes mellitus.


URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2415
APA Citation
. (2019). Asuhan Keperawatan Kerusakan Integritas Jaringan Pada TN.S Dengan Pre Operasi Debridement Ulkus Diabetes Mellitus Di Ruang Lavender RSUD DR,R.Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id




© 2018. UPT Perpustakaan - Universitas Harapan Bangsa, Formerly STIKes Harapan Bangsa Purwokerto, www.uhb.ac.id.
This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3 II SLiMS distro version ETD
Made by The Happy Team :-D
web
statistics

SHB YPDP


https://103.189.235.100/

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor