Asuhan Keperawatan Keluarga TN.S Dengan Masalah Utama Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Pada NY.W Dengan Diabetes Melitus Di Desa Banjarparakan RT 02 RW 01 Kecamatan Rawalo
Penderita penyakit degeneratif dari tahun ke tahun cenderung meningkat seiring dengan perubahan pola kehidupan di era globalisasi ini. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 penyakit degeneratif adalah penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, Diabetes Melitus, obesitas, kardiovaskuler, osteoporosis dan stroke.
Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosial ekonomi.Di Indonesia saat ini penyakit DM belum menempati skala prioritas utama pelayanan kesehatan walaupun sudah jelas dampak negatifnya, yaitu berupa penurunan kualitas SDM, terutama akibat penyulit menahun yang ditimbulkannya (Corwin.2009).
Sedangkan menurut American Diabetes Association (ADA) 2010, Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.DM ada dua jenis, yakni DM tipe 1 dan DM tipe 2.Diabetes melitus merupakan satu dari empat penyakit tidak menular (PTM) tertinggi yang berakibat pada kematian, tiga penyakit lainnya adalah penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit kanker dan penyakit paru paru kronik. Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2016, menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyebab kematian nomor enam dariseluruh kematian pada semua kelompok umur, di Indonesia sebanyak 12 juta menderita diabetes melitus(Aditama, 2015).
Secara fisik tanda dan gejala yang muncul pada diabetes melitus adalah cepat lelah, mengantuk, berat badan menurun drastis, sering buang air kecil, sering merasa haus dan lapar, serta dapat menimbulkan komplikasi kelainan pada daerah tungkai dan tangan berupa ulkus maupun gangren yang dapat menyebabkan kelumpuhan sehingga terjadi keterbatasan fisik (Brunner & Suddath, 2001).
Badan kesehatan dunia (World Health Organization) memperkirakan kenaikan jumlah penderita diabetes melitus (DM) di Indonesia dari 8.4 juta pada tahun 2016 menjadi sekitar 12.3 juta jiwa pada tahun 2017. Kondisi ini membuat peringkat Indonesia menduduki peringkat empat setelah Amerika Serikat, Cina dan India (Aditama, 2015). Berdasarkan hasil data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas penyakit diabetes melitus di puskesmas Rawalo menempati peringkat kedelapan dari 34 puskesmas di wilayah Kabupaten Banyumas, penderitanya sejumlah 839 orang.
Meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus dapat disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya diabetes melitus tipe 1 yaitu faktor keturunan atau genetik yang bersifat heterogen, multigen dan virus , diabetes melitus tipe II yaitu usia, obesitas, riwayat keluarga dengan diabetes melitus tipe II, kebiasaan diet, kurang berolahraga, bahan toksin atau beracun, kehamilan diabetes gestasional (Rumahorbo, 2017).
Banyak penderita diabetes melitus dikarenakan gaya hidup atau perilaku masyarakat yang tidak memperhatikan pola hidup sehat seperti konsumsi gizi seimbang dan berolahraga cukup. Perilaku dan gaya hidup yang kurang memperhatikan pola hidup sehat disebabkan oleh pengetahuan dan informasi kurang, oleh karena itu dibutuhkan peran keluarga untuk merawat anggota keluarga yang menderita diabetes melitus, tetapi tidak semua anggota keluarga mengetahui cara merawat anggota keluarga yang menderita diabetes melitus, dan ditambah dengan minimnya informasi sehingga menyebabkan masalah ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan (Sjamsuhidajat & De Jong Wing, 2005).
Sebenarnya diabetes melitus dapat dicegah dengan mengendalikan faktor resiko bersamanya, yaitu diet yang tidak sehat, aktivitas fisik, dan pola makan, oleh karena itu upaya yang terbaik dengan meningkatkan kepedulian keluarga dalam berperilaku sehat. Pengetahuan tentang diit diabetes yang benar perlu diberikan agar dapat meningkat pengetahuan dan kewaspadaan keluarga terhadap diabetes melitus melalui penyebar luasan informasi secara efektif(Muhlisin, 2015).
Diabetes melitus apabila tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan timbulnya komplikasi salah satunya luka sulit sembuh dan membusuk/gangrene. Kurangnya pengetahuan tentang perawatan pasien dengan DM, mengakibatkan timbulnya masalah ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan. (Fatimah, 2015).
Munculnya luka pada kaki diabetik ditandai dengan adanya luka terbuka pada permukaan kulit sehingga mengakibatkan infeksi sebagai akibat dari masuknya kuman atau bakteri pada permukaan luka. Banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya luka kaki diabetik yang meliputi, riwayat DM ≥10 tahun, laki-laki perokok aktif, kadar glukosa darah yang tidak terkontrol, gangguan penglihatan yang dapat berpengaruh pada kemampuan melakukan perawatan kaki, polineuropati, trauma kaki (lecet), kekurangan latihan fisik, pengetahuan tentang penyakit Diabetes Melitus yang kurang, tidak maksimalnya kepatuhan dalam pencegahan luka, kadar kolesterol ≥200mg/dl, kadar HDL ≤45mg/dl, ketidakpatuhan diit rendah gula, perawatan kaki yang tidak teratur, penggunaan alas kaki yang tidak tepat, hal-hal tersebut dapat menjadi faktor pemicu timbunya luka sebesar 99,9% dari kasus yang ditimbulkan (Hartini, 2009).
Pemberian asuhan keperawatan keluarga yang tepat sangatlah penting untuk mengatasi kasus ini. Intervensi keperawatan keluarga yang tepat adalah dengan memperluas informasi dan pengetahuan keluarga, membantu keluarga untuk melihat dampak atau akibat situasi yang ada untuk memutuskan mengambil tindakan yang tepat, mengajarkan kepada keluarga perawatan yang tepat, membantu keluarga memodifikasi lingkungan dalam perawatan, dan membantu keluarga memanfaatkan pelayanan kesehatan (Muhlisin, 2015).
Melihat tingginya kasus diabetes melitus tiap tahunnya, penulis tertatik untuk mengangkat masalah diabetes melitus dalam Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Dengan Masalah Utama Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Pada Ny. W Dengan Diabetes Melitus Di Desa Banjarparakan Rt 02 / Rw 01 Kecamatan Rawalo“
URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2460
APA Citation
. (2019). Asuhan Keperawatan Keluarga TN.S Dengan Masalah Utama Ketidakefektifan Pemeliharaan Kesehatan Pada NY.W Dengan Diabetes Melitus Di Desa Banjarparakan RT 02 RW 01 Kecamatan Rawalo. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id