homescontents
homescontents

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research

Repository Universitas Harapan Bangsa.
Digital collection of academic papers, undergraduate thesis, research


Detail Cantuman

Kembali

Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada AN.A Dengan Faringitis Di Puskesmas Kedung Banteng

XML
Pengarang
CAHYANI EKA RATNASARI - Personal Name
Pernyataan Tanggungjawab
Lampiran Berkas
LOADING LIST...
Bahasa
Indonesia
Penerbit
Universitas Harapan Bangsa
Tahun Terbit
2019
Tempat Terbit
Purwokerto
Deskripsi Fisik

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian pada anak dan balita di negara berkembang. Penyakit yang sering terjadi di masyarakat adalah ISPA. Terdapat 156 juta baru kejadian ISPA di dunia per tahun dimana 151 juta episode (96,7%) terjadi di negara berkembang. Insiden menurut kelompok umur balita diperkirakan 0,29 episode per anak per tahun di negara berkembang dan 0,05 episode per anak per tahun di negara maju (Ditjen PP & PL, 2011).
Period prevalence ISPA di Indonesia dihitung dalam kurun waktu 1 bulan terakhir, lima provinsi dengan ISPA tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur (41,7%), Papua (31,1%), Aceh (30,0%), Nusa Tenggara Barat (28,3%), dan Jawa Timur (28,3%) (Kemenkes RI, 2016). Selain itu, ISPA tersebar di seluruh Provinsi Jawa Tengah dengan rentang period prevalence 26,6% (Riskesdas, 2013).
Insidensi ISPA masih mendominasi di wilayah Kabupaten Banyumas. Menurut kepala Puskesmas II Purwokerto Utara menuturkan kejadian ISPA sekitar 1.900 kasus sehingga rata-rata ada 300 kasus terkait ISPA per bulan. Penderita ISPA kebanyakan dialami oleh anak-anak, penyebabnya karena jajanan yang dikonsumsi di sekolah anak (Prabowo, 2016). Insidensi faringitis di Puskesmas Kedung Banteng tahun 2018 terjadi pada anak 0-5 tahun dengan jumlah penderita 358. Jumlah laki-laki sebanyak 200 anak sedangkan perempuan sebanyak 158 anak.
Jenis ISPA yang sering dialami oleh anak adalah Faringitis. Faringitis akut terjadi pada semua umur dan sering terjadi pada anak-anak usia 5-15 tahun dan jarang pada anak usia dibawah 3 tahun. Insiden meningkat seiring bertambahnya usia, mencapai puncak pada usia 4-7 tahun hingga berlanjut dewasa. Faringitis akut menunjukkan adanya peradangan pada mukosa dan submukosa faring dan struktur lain di sekitarnya yaitu orofaring, hipofaring, tonsil dan adenoid (Sari dkk., 2014). Penyebab faringitis paling sering adalah bakteri Streptococcus beta hemolytic grup A (GABHS) (LeMone et al., 2015).
Mclsaac WJ dalam penelitiannya melaporkan prevalence faringitis Group A Streptococcus (GAS) pada anak usia 3-14 tahun sebesar 35,6% (Damayanti dkk., 2014). Kasus faringitis di dunia mencapai 616 juta kasus setiap tahunnya, banyak terdapat pada anak sekolah berusia 5-15 tahun yaitu sebanyak 9 – 34,1%, di Indonesia faringitis banyak terjadi pada anak-anak yaitu sebesar 18% (Budi dkk., 2014).
Menurut penelitian Sari dkk. (2014) dampak yang ditimbulkan penyakit faringitis ini adalah keluhan nyeri tenggorokan dirasakan oleh 54 subjek (100%), keluhan demam terdapat 40 subjek (74,1%), keluhan batuk sebanyak 13 subjek (24,1%), sedangkan yang tidak batuk 41 subjek (75,9%), keluhan sakit kepala pada subjek sebanyak 35 (64,8%), tidak ditemukan gejala konjungtivitis pada semua subjek (0%), coryza dikeluhkan pada 7 subjek (13%), keluhan malaise dan mialgia ditemukan pada subjek sebanyak 13 (24,1%) dan 15 (27,8%). Masalah keperawatan yang mungkin muncul pada anak dengan faringitis antara lain nyeri akut, hipertermia, dan ketidakefektifan bersihan jalan napas (Herdman & Kamitsuru, 2018).
Berdasarkan penelitian tersebut, masalah yang paling dominan pada anak dengan faringitis adalah nyeri akut. Nyeri akut merupakan nyeri yang dirasakan dalam waktu yang singkat dan daerah nyeri dapat diketahui jelas dengan intensitas yang bervariasi, biasanya mengindikasikan kerusakan jaringan dan berubah dengan penyembuhan cedera (Kyle & Carman, 2014; Sutanto & Fitria, 2017).
Intervensi yang bisa dilakukan perawat dalam mengurangi gangguan rasa nyeri akut pada faringitis yaitu pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi, dukung istirahat yang cukup, ajarkan teknik non farmakologi seperti kompres hangat, perbanyak minum air hangat, kumur dengan larutan garam, air perasan jeruk nipis, pemberian madu alami (Razak dkk., 2013; Wijaya & Putri, 2013; Wineri dkk., 2014; Bulechek et al., 2016).
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk membuat Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada An. A Dengan Faringitis Di Puskesmas Kedung Banteng”


URL : https://repository.uhb.ac.id/index.php?p=show_detail&id=2464
APA Citation
. (2019). Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada AN.A Dengan Faringitis Di Puskesmas Kedung Banteng. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id




© 2018. UPT Perpustakaan - Universitas Harapan Bangsa, Formerly STIKes Harapan Bangsa Purwokerto, www.uhb.ac.id.
This software and this template are released Under GNU GPL License Version 3 II SLiMS distro version ETD
Made by The Happy Team :-D
web
statistics

SHB YPDP


https://103.189.235.100/

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor

slot gacor