Hubungan Antara Pemberian Imunisasi Bcg Dengan Kejadian Tuberkulosis (Tbc) Pada Balita Usia 0-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas I Sokaraja Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun 2012
Latar Belakang : Bertambahnya jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) pada balita di Indonesia yaitu sebesar 0,65% dari 183.388 penduduk. Berdasarkan data dari DKK Banyumas jumlah penderita Tuberkulosis (TBC) tertinggi di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Sokaraja yaitu sebesar 86% dari 2048 balita.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara pemberian imunisasi BCG dengan kejadian Tuberkulosis (TBC) pada balita usia 0-5 tahun 2012.
Metode : Metode penelitian ini adalah deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional berdasarkan data primer yang diambil dengan menggunakan kuisioner dan data sekunder menggunakan data dari Puskesmas dan KMS, sampel ditentukan dengan cara cluster sampling sebanyak 213 responden balita usia 0-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas I Sokaraja sampai bulan Januari 2012. Instrument yang digunakan adalah lembar checklist dengan analisa data menggunakan chi-square.
Hasil : Imunisasi BCG sebagian besar diberikan pada bayi sebanyak 76,5% dan yang tidak diberikan imunisasi BCG sebanyak 13,5% kemudian untuk kejadian Tuberkulosis (TBC) diketahui sebanyak 15,5% dan yang tidak terkena Tuberkulosis (TBC) sebanyak 84,5% dari 213 responden yang memberikan imunisasi BCG tidak terkena Tuberkulosis (TBC) sebanyak 84,4% dapat diketahui nilai þ-value sebesar 0,0001
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pemberian imunisasi BCG dengan kejadian Tuberkulosis (TBC) balita usia 0-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas I Sokaraja tahun 2012
Imunisasi BCG Tuberkulosis (TBC) balita usia 0-5 tahun
. (2012). Hubungan Antara Pemberian Imunisasi Bcg Dengan Kejadian Tuberkulosis (Tbc) Pada Balita Usia 0-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas I Sokaraja Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Tahun 2012. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id