Latar belakang : prosentase terbesar permasalahan remaja di Indonesia adalah seputar permasalahan mengenai gangguan haid (38,4%) dibandingkan dengan permasalahan remaja lainya. Dari data prasurvey menyatakan bahwa dari 10 remaja putri, 4 remaja putri mengatakan perdarahan haid jumlah darahnya sedikit, 3 remaja putri lainya mengatakan jarak antara haid yang lalu dengan yang akan dating jaraknya lebih dari 35 hari, 3 remaja putri lainya mengatakan kadang tidak haid lebih dari 3 bulan, dan 5 dari 10 remaja putri mengatakan pada saat haid perut terasa sakit dan nyeri.
Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan tentang gangguan haid pada remaja putri kelas VIII di SMP Negeri 3 Bukateja Purbalingga.
Metode : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dan teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, dan jenis data yang digunakan adalah data primer dengan memberikan kuisioner terhadap 82 responden kelas VIII di SMP N 3 Bukateja Purbalingga Tahun 2011.
Hasil : Gambaran tingkat pengetahuan remaja putri kelas VIII tentang gangguan haid terbesar sejumlah 54 remaja putri (65,85%) kategori berpengetahuan cukup, dan terkecil 10 remaja putri (12,19%) berpengetahuan baik.
Kesimpulan : Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gambaran tingkat pengetahuan remaja putri kelas VIII tentang gangguan haid di SMP N 3 Bukateja Purbalingga Tahun 2011 termasuk dalam kategori berpengetahuan cukup
pengetahuan gangguan haid
. (2011). Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gangguan Haid Kelas VIII Di Smp Negeri 3 Bukateja Purbalingga Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id