Latar Belakang : Fenomena di Indonesia penurunan angka kelahiran, angka kesakitan, dan angka kematian menyebabkan terjadi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Makin panjangnya umur harapan hidup disamping sebagai suatu kebanggaan tetapi dilain pihak juga merupakan tantangan yang sangat berat, mengingat tidak sedikit masalah yang bisa timbul sebagai dampak penuaan. Penyakit - penyakit pada lansia pada umumnya memiliki karakterisrik berupa penyakit multiple, degeneratif yang kronis. Sering kali keluhan sakit pada lansia tidak diikuti oleh adanya kondisi yang patologis, sehingga hanya berupa suatu keluhan subyektif dari lansia. Berdasarkan prasurvey sebelum di berikan terapi senam otak lansia yang mengalami daya ingat rendah atau kepikunan masih banyak.
Tujuan : Untuk mengetahui adanya pengaruh terapi senam otak terhadap SPMSQ.
Metode :metode penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus analisis korelasi “Spearman Rho, dan alat ukurnya dengan menggunakan SPMSQ.
Hasil : Dapat diketahui bahwa lansia yang fungsi intelektualnya masih utuh ( 0% ) intelektual, kerusakan intelektual ringan ( 17% ), kerusakan intelektual sedsng ( 78,7% ), kerusakan intelektual berat ( 4,3% ).
Kesimpulan : Di dapatkan nilai p= 0,005, maka ini ada hubungan yang bermakna antara pemberian terapi senam otak dengan peningkatan skor SPMSQ karena nilai p< 0,05 sehingga dapat untuk mengukur perubahan fungsi intelektual pada lansia di Unit Rehabilitasi Sosial.
lansia SPMSQ terapi senam otak
. (2012). Pengaruh Terapi Senam Otak Terhadap Short Portable Mental Status Questionnaire (Spmsq) Di Panti Wredha Dewanata Cilacap. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id