Status mental merupakan suatu pengkajian status mental yang merupakan komponen penting dari setiap evaluasi apapun tentang fungsisensorinya, penampilan, perilaku fisik dan kemampuan kognitif. Faktor-faktor yang mempengaruhi status mental lansia yaitu perubahan kondisi fisik, perubahan aspek psikososial, tingkat pendidikan, lingkungan (masyarakat).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat status mental pada lansia di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap.
Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan One-Shot model. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 respponden yang berada di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap. Data diambil dengan menggunakan wawancara lansung kepada responden dengan menggunakan lembar Check-List yang telah disediakan.
Hasil penelitian didapatkan besarnya frekuensi tingkat status mental lasnia yang memiliki fungsi intelektual utuh (0-3) yaitu 33,3%. Frekuensi tingkat status mental lansia yang memiliki fungsi intelektual ringan (4-5) yaitu 25,5%. Frekuensi tingkat status mental lansia yang memiliki fungsi intelektual sedang (6-8) yaitu 17,0%. Frekuensi tingkat status mental lansia yang memiliki fungsi intelektual berat (9-10) yaitu 21,2%.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Status mental responden yang memiliki fungsi intelektual utuh yaitu sebanyak 15 responden (33,3%), fungsi intelektual ringan sebanyak 12 responden (26,6%), fungsi intelektual sedang yaitu sebanyak 8 responden (17,7%) dan fungsi intelektual berat sebanyak 10 responden (22,2%).
lansia Tingkat Status Mental
. (2013). Tingkat Status Mental Pada Lansia Di Unit Rehabilitasi Sosial Dewanata Cilacap Tahun 2013. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id