Intra Uterine Device (IUD) merupakan pilihan kontrasepsi yang efektif, aman, dan nyaman bagi wanita. Walaupun kontrasepsi IUD sangat efektif dan berjangka waktu lama, IUD ini kurang begitu diminati masyarakat karena memiliki risiko komplikasi atau efek samping yang menimbulkan perasaan tidak nyaman seperti haid menjadi lebih banyak, dismenore, perdarahan antar menstruasi, dan jika berat dapat menyebabkan anemia, serta bisa menyebabkan perforasi dinding uterus jika pemasanganya tidak benar. Berdasarkan data BKKBN (2014) didapatkan data jumlah akseptor KB IUD tertinggi adalah di Kecamatan Purwokerto Selatan sebanyak 2095 akseptor (25,34%)., dan tertinggi di Kelurahan Teluk Sebanyak 559 aksetor (28,1%).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran efek samping penggunaan alat kontrasepsi IUD pada akseptor IUD di Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan tahun 2014.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah cluster random sampling, sampel penelitian ini adalah akseptor baru dan lama KB IUD di Kelurahan Teluk bulan Juni Tahun 2014 sebanyak 85 ibu bersalin. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat.
Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden mengalami kejadian perdarahan spotting metroragia (48,2%), nyeri atau kejang perut (68,2%), gangguan hubungan seksual (55,3%) dan ekspulsi (64,7%).
Efek Samping Akseptor Kontrasepsi IUD
. (2014). Gambaran Efek Samping Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD Pada Akseptor IUD di Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan Tahun 2014. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id