Efektivitas Konsumsi Extrak Seledri Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Posyandu Widuri Desa Baleraksa Kecamatan Karangmoncol Purbalingga 2014
Hipertensi sering kali disebut sebagai pembunuh gelap (Silent Killer), karena termasuk penyakit yang mematikan tanpa disertai dengan gejala-gejalanya lebih dahulu sebagai peringatan bagi korbannya. Salah satu terapi herbal untuk hipertensi yaitu seledri karena mengandung apigenin yang sangat bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah.
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas extrak seledri terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Widuri Desa Baleraksa, Kecamatan Karangmoncol Purbalingga.
Penelitian ini merupakan pra eksperimen dengan non-randomized one pre-post testgroup desaign di Posyandu Widuri Baleraksa Karangmoncol Purbalingga Mei 2014. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling terhadap seluruh lansia yang menderita hipertensi. Responden dalam penelitian ini sebanyak 22 lansia penderita hipertensi.
Data diuji menggunakan uji-t berpasangan dengan hasil p value 0,000 yang berarti konsumsi extrak seledri efektif secara signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik dengan rerata penurunan 25mmHg. Konsumsi extrak seledri juga secara signifikan efektif untuk menurunkan tekanan darah diastolik dengan rerata 10mmHg (p value 0,000). Sebesar 77% penderita hipertensi ringan menjadi normal kembali. Konsumsi extrak seledri secara teratur dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia. Oleh karena itu, sebaiknya seledri digunakan dalam pengobatan hipertensi sebagai terapi herbal.
hipertensi lansia seledri sistolik diastolic
. (2014). Efektivitas Konsumsi Extrak Seledri Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Posyandu Widuri Desa Baleraksa Kecamatan Karangmoncol Purbalingga 2014. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id