Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah salah satu penyakit degeneratif pada pria dan menempati urutan terbanyak, yang menyebabkan tidak lancarnya saluran perkemihan. Penyebab spesifik BPH masih belum diketahui, namun BPH akan timbul seiring dengan bertambahnya usia, sebab erat kaitannya dengan proses penuaan yang mengakibatkan penurunan kadar hormon pria, terutama testosteron.
Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan faktor usia dengan kejadian benign prostatic hyperplasia di RSUD Banyumas.Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien laki-laki yang dirawat di bangsal bedah dan yang berobat ke Poli Bedah 1 RSUD Banyumas dengan jumlah responden sebanyak 30 orang, pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Analisis data secara univariat, bivariat, dan uji korelasi dengan metode Koefisien Kontingensi.
Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia dengan kejadian Benign Prostatic Hyperplasia(BPH) di RSUD Banyumas dengan HI:C=0,028 (HI:C≠0) dan jumlah terbanyak usia ≥70 tahun 18 responden.
Usia Benign Prostatic Hyperplasia
. (2012). Hubungan Faktor Usia Dengan Kejadian Benign Prostatic Hyperplasia (Bph) Di Rsud Banyumas. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id