ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.W P2A0 POST SECTIO CAESAREA (SC) HARI KE-0 ATAS INDIKASI KETUBAN PECAH DINI (KPD), KALA 1 LAMA DI RUANG FLAMBOYAN RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Bedah SC umumnya dilakukan ketika proses persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan karena berisiko komplikasi medis lainnya. Hampir separuh dari pasien-pasien yang menjalani SC mengalami komplikasi operatif atau postoperatif yang sebagian di antaranya bersifat serius dan bisa membawa kematian (Oxorn & William, 2010). Menurut hasil penelitian dari Suryati (2010), indikasi SC yang berasal dari ibu saat melahirkan/dioperasi sebanyak 13,4% karena ketuban pecah dini, 5,49% pre-eklamsi dan 5,14% mengalami perdarahan, 4,40% karena jalan lahir tertutup, dan 2,3% karena rahim sobek.
Tujuan penulisan adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada klien dengan Post Sectio Caesarea secara sistematis, dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan secara komprehensif
Sectio Caesarea Indikasi Ketuban Pecah Dini
. (2015). ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.W P2A0 POST SECTIO CAESAREA (SC) HARI KE-0 ATAS INDIKASI KETUBAN PECAH DINI (KPD), KALA 1 LAMA DI RUANG FLAMBOYAN RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id