Menurut Depkes pada tahun 2010, penyebab langsung kematian maternal di Indonesia terkait kehamilan dan persalinan terutama yaitu perdarahan (28%), selanjutnya yaitu pre eklampsia (24%), infeksi (11%), komplikasi masa puerperium (8%), partus lama/macet (5%), abortus (5%), dan lain lain (14 %). Walaupun abortus bukan penyebab terbesar kematian ibu, namun kejadian ini membutuhkan perhatian lebih karena abortus dapat menyebabkan komplikasi berupa perdarahan, perforasi, sepsis, dan syok yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian ibu. Di RSUD Cilacap angka kejadian abortus tahun 2012 sebanyak 331 kasus (12,7%) dari 2595 ibu hamil, mengalami peningkatan pada tahun 2013 sebanyak 355 kasus (13,8%) dari 2557 ibu hamil.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor risiko penyebab abortus pada ibu hamil di RSUD Cilacap tahun 2013 berdasarkan usia ibu, paritas, riwayat abortus, dan jarak kehamilan.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif study. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil pada bulan Agustus 2013 di RSUD Cilacap. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah 355 responden.
Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko penyebab abortus berdasarkan usia ibu sebagian besar pada umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 227 ibu hamil(63,94%), faktor risiko penyebab abortus berdasarkan paritas sebagian besar pada paritas multipara yaitu sebanyak 154 ibu hamil (43,38%), faktor risiko penyebab abortus berdasarkan riwayat abortus sebagian besar terjadi pada ibu hamil yang tidak pernah mengalami abortus yaitu sebanyak 241 ibu hamil (67,88%), dan faktor risiko penyebab abortus berdasarkan jarak kehamilan sebagian besar terjadi pada ibu hamil dengan jarak kehamilan ≥2 tahun yaitu sebanyak 177 ibu hamil (49,85%).
Ibu hamil abortus
. (2014). Gambaran Faktor Risiko Penyebab Abortus Pada Ibu Hamil Di RSUD Cilacap Tahun 2013. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id