Hubungan Antara Kebiasaan Mandi Di Sungai Dengan Kejadian Penyakit Skabies Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas
Kebiasaan warga di desa kembaran khususnya anak-anak yang belum mempunyai sumber air sendiri dirumah mempergunakan sungai sebagai sumber air bersih seperti mandi danmencuci pakaian. Namun sungai digunakan juga sebagai tempat pembunagan limbah kotoran seperti tempat BAB dan membuang sampah rumah tangga. Kemudian didesa kembaran juga terdapat banyak anak yang menderita penyakit skabies. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan kebiasaan mandi di sungai dengan kejadian penyakit skabies pada anak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan mandi di sungai dengan kejadian penyakit skabies pada anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah retrospektifdengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling sebanyak 65 sampel. Teknik analisis menggunakan analisis univariat dan bivariat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan mandi di sungai dengan kejadian penyakit skabies pada anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas (p = 0,005 < 0,05). Oleh karena itu kebiasaan mandi di sungai dapat menyebabkan terjadinya penyakit skabies.
skabies Mandi Sungai
. (2013). Hubungan Antara Kebiasaan Mandi Di Sungai Dengan Kejadian Penyakit Skabies Pada Anak Usia 3-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas I Kembaran Kabupaten Banyumas. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id