Latar Belakang : Jumlah Pasangan Usia Subur di Propinsi Jawa Tengah tahun 2011 sebanyak 6.016.326 orang dengan Total Fertility Rate (TFR) 2,022. Rendahnya peminat akseptor terhadap kontrasepsi IUD dan kontrasepsi IUD kurang diminati di Puskesmas Padamara hanya terdapat 317 akseptor KB IUD, dikarenakan perasaan takut dan banyak akseptor mengeluh spooting, dll. Hal ini menyebabkan jumlah akseptor KB IUD lebih sedikit dibandingkan KB lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan alat kontrasepsi IUD adalah pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, umur, sosial ekonomi.
Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi IUD di wilayah kerja Puskesmas Padamara Kabupaten Purbalingga Tahun 2012.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini semua akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Padamara Kabupaten Purbalingga sebanyak 98 orang. Penelitian ini menggunakan alat ukur kuesioner dan analisis data bivariat dengan menggunakan Chi Square.
Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan pada variabel : pengetahuan (x2= 23,370), pendidikan (x2= 15,243), pekerjaan (x2= 20,586), umur (x2= 16,331), sosial ekonomi (x2= 20,769) dengan x2 tabel (3,841)
. (2012). Analisis Faktor-Faktor Yangberhubungan Denganpemilihan Alat Kontrasepsi Iud Di Wilayah Kerja Puskesmas Padamara Kabupaten Purbalingga Tahun 2012. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id