Latar belakang : Pemberian ASI secara dini dan eksklusif sekurang-kurangnya 4-6 bulan akan membantu mencegah penyakit pada bayi. Hal ini disebabkan karena adanya antibodi penting yang ada dalam kolostrum dan ASI (dalam jumlah yang sedikit). tahun 2007-2008 pemberian ASI eksklusif di Indonesia pada bayi berumur 2 bulan hanya 64%.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang pemberian ASI eksklusif di BPS Sudarti Banjarnegara tahun 2011
Metode : Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif berdasarkan data primer yang diambil dengan metode angket pada ibu hamil di BPR Ny. Sudarti, A.Md. Banjarnegara. Data diambil dengan teknik simple random sampling sebanyak 25% dari jumlah populasi atau sebanyak 30 orang
Hasil penelitian : Sebagian besar ibu post partum di BPS Ny. Sudarti, A.Md. Banjarnegara memiliki tingkat pengetahuan sedang yaitu sebanyak 15 orang atau 50%. Berdasarkan usia, sebagian besar ibu hamil berusia 20-35 tahun dengan tingkat pengetahuan sedang. Sebagian ibu hamil termasuk memiliki paritas dengan kategori mulitpara masing-masing sebanyak 17 orang atau 56,67% dengan tingkat pengetahuan sedang dan sebagian besar ibu hamil memiliki tingkat pendidikan rendah (SD) yaitu sebanyak 14 orang atau 46,67% dengan tingkat pengetahuan pemberian ASI eksklusif kriteria sedang dan rendah.
Kesimpulan : Tingkat pengetahuan seseorang dalam memberikan ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain usia, paritas dan tingkat pendidikan. Dari ketiga faktor tersebut, faktor usia dan paritas ibu paling mempengaruhi tingkat pengetahuan dalam pemberian ASI.
Tingkat pengetahuan paritas tingkat pendidikan Usia
. (2011). Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemberian ASI Eksklusif Di BPS Sudarti, A.Md. Madukara Banjarnegara Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id