Latar Belakang : Penyebab tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah asfiksia pada bayi baru lahir yang dapat mempengaruhi fungsi organ vital lainnya. Seperti kejadian asfiksia di RSUD Cilacap tahun 2010 sebanyak 162 kasus.
Tujuan : Untuk mengetahui gambaran kejadian asfiksia pada bayi baru lahir berdasarkan faktor ibu, faktor tali pusat dan faktor bayi di RSUD Cilacap tahun 2010.
Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriftif kuantitatif dengan pendekatan retrospective study, populasinya adalah seluruh data bayi baru lahir dengan asfiksia dengan jumlah sampel 99 bayi dari 78 ibu dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang di dapat secara total sampling dan instrument penelitian ini adalah master tabel.
Hasil : Kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Cilacap tahun 2010 sebanyak 162 bayi (10,21%), berdasarkan faktor ibu pada preeklamsia sebanyak 19 orang (24,4%), perdarahan antepartum sebanyak 26 orang (33,3%), partus lama dan macet sebanyak 24 orang (30,8) dan kehamilan lebih bulan sebanyak 9 orang (11,5%). Faktor tali pusat pada lilitan tali pusat sebanyak 26 kasus (26,3%) dan tidak ada lilitan tali pusat 73 kasus (73,7%). Faktor bayi pada bayi kurang bulan sebanyak 64 bayi (64,7%), air ketuban bercampur mekonium sebanyak 32 bayi (32,3%) dan kelainan kongenital sebanyak 3 bayi (3,0%).
Kesimpulan : Kejadian asfiksia berdasarkan faktor ibu mayoritas pada perdarahan antepartum yaitu sebanyak 26 orang (33,3%), berdasarkan faktor tali pusat yaitu tidak ada lilitan tali pusat sebanyak 73 kasus (73,7%), dan berdasarkan faktor bayi mayoritas pada bayi kurang bulan yaitu sebanyak 64 bayi (64,7%).
Bayi Baru Lahir Gambaran kejadian asfiksia
. (2011). Gambaran Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir Di RSUD Cilacap Tahun 2010. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id