Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram (sampai dengan 2499 gram). Penyebab terjadinya BBLR secara umum disebabkan karena beberapa faktor, antara lain faktor ibu seperti penyakit (anemia, perdarahan, IMS, ketuban pecah dini, preeklampsi dan eklampsi), usia, paritas, keadaan social ekonomi. Faktor janin seperti infeksi janin dan kehamilan ganda, serta faktor lingkungan. Di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, kejadian BBLR tahun 2013 sebanyak 237 kasus (19,47%).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) berdasarkan faktor ibu di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2013.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif melalui rancangan case control dengan pendekatan waktu retrospektif study. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling, sampel penelitian ini adalah seluruh bayi dengan BBLR berdasarkan rekam medik RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2013 sebanyak 237 kasus. Alat ukur yang digunakan master tabel dan jenis data adalah data sekunder. Analisa data menggunakan univariat.
Hasil penelitian didapatkan faktor risiko BBLR berdasarkan usia sebagian besar adalah 20-35 tahun sebanyak 101 responden (65,3%), berdasarkan paritas sebagian besar adalah primipara sebanyak 133 responden (56,1%) dan berdasarkan penyakit atau komplikasi kehamilan sebagian besar yang dialami responden adalah preeclampsia sebanyak 92 responden (38,8%).
Faktor risiko kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga tahun 2013, sebagian besar umur 20-35 tahun, paritas primipara dan mempunyai riwayat preeklampsia.
Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
. (2014). Gambaran Faktor Risiko Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tahun 2013. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id