Hernia adalah keluarnya isi tubuh (biasanya abdomen) melalui defek atau bagian terlemah dari dinding rongga yang bersangkutan (Dermawan, 2010). Hernia merupakan prostusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan muskulo-aponeurotik dinding perut. Hernia terdiri atas cincin, kantong, dan isi hernia (Sjamsuhidayat, 2005).
Di Indonesia pasien herniasering kali datang dalam keadaan terlambat, karena banyak orang tidak mengetahui, keadaan yang abnormal ini menimbulkan sebuah benjolan. Oleh karena adanya perubahan anatomi ditubuh, maka salah satu jalan harus dilakukan tindakan bedah. Perbandingan antarapria dan wanita untuk hernia inguinalis 7 : 1. Prevalensi hernia ingunialis pada pria dipengaruhi oleh umur (Ardiansa, 2014). Hernia inguinalismerupakan kasus bedah digestif terbanyak setelah appendicitis (Sjamsuhidayat, 2005). Sampai saat ini masih merupakan tantangan dalam peningkatan status kesehatan masyarakat karena besarnya biaya yang diperlukan dalam penanganannya dan hilangnya tenaga kerja akibat lambatnya pemulihan dan angka rekurensi. Hampir 75% dari hernia abdomen merupakan hernia ingunalis (Courtney Townsend, 2004).
Tujuan penulisan adalah untuk mendeskripsikan Asuhan Keperawatan pada Tn.S dengan Post Operasi Hernioraphydengan Indikasi Hernia Inguinalis.
Post Operasi Hernioraphy
. (2015). ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.S DENGAN POST OPERASI HERNIORAPHY DI RUANG KENANGA RSU. Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id