Masa gestasi merupakan indikasi kesejahteraan bayi baru lahir karena semakin cukup masa gestasi semakin baik kesejahteraan bayi. Konsep berat bayi lahir rendah tidak sama dengan prematuritas karena tidak semua berat bayi lahir rendah lahir dengan kurang bulan. Hubungan antara umur kehamilan dengan berat bayi lahir mencerminkan kecukupan pertumbuhan intrauterine. Berdasarkan data study pendahuluan di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas diperoleh data angka kejadian BBLR pada tahun 2012 terdapat 194 (10,15%) dari 1911 kelahiran. Sedangkan pada tahun 2013 dari periode Januari sampai Desember 2013 mengalami peningkatan sebanyak 270 (12,7%), dari 2111 kelahiran.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir rendah di RSUD Banyumas Tahun 2013.
Jenis penelitian yang digunakan adalah study analitik korelasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 2111, dengan teknik sampling quota sampling sebanyak 336 yang memenuhi kriteria inklusi.
Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir rendah dengan hasil nilai p value 0,005 lebih kecil dari nilai α = 0,05.
BBLR Usia Kehamilan
. (2014). Hubungan Usia Kehamilan Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas Tahun 2013. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id