Latar Belakang: Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat pula timbul setiap saat dan malam hari. Mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida, 40-60 % multigravida dan < 40% grandemultigravida. Satu diantara seribu kehamilan, gejala-gejala ini menjadi lebih berat. Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan human chorionik gonadotrophin dalam serum.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara Status Gravida Dengan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil di Puskesmas Rawalo Kabupaten Banyumas Tahun 2011.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah total sampling, sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya. Sampel pada penelitian ini 161 responden
Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar status gravida pada ibu hamil adalah multigravida sebanyak 84 responden (52,2%), sebagian besar responden tidak mengalami emesis gravidanum sebanyak 110 responden (68,3%), x2 hitung> x2 tabel (25,740> 5,991) maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan ada hubungan status gravida dengan kejadian emesis gravidanum dengan kekuatan hubungannya adalah rendah (derajat keeratan : 0,371)
. (2012). Hubungan Status Gravida Dengan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Rawalo Kabupaten Banyumas Tahun 2011. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id