Setiap tahun penderita diabetes di Indonesia semakin meningkat. Saat ini Indonesia menempati urutan ke 9 dari 91 negara dengan penderita DM terbanyak pada usia dewasa. Beberapa dampak negatif diabetes mellitus yang umum muncul adalah gangguan fungsi metabolisme seperti kehilangan indera perasa sehingga menyebabkan luka diabetik. Ada beberapa pilihan untuk menangani luka diabetik, salah satu etode yang bisa dipakai dalah kompres luka dengan larutan NaCl 0,9% dan Madu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan keefektifan dari kompres madu dan kompres NaCl 0,9% terhadap tingkat penyembuhan ulkus diabetik.
Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan dengan rancangan two group pre and post test with control group design. Populasi penelitian adalah pasien diabetes mellitus dengan luka diabet di ruang Dahlia, dan Menur di Rumah Sakit Umum Purbalingga, sampel penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling dari 20 pasien dengan 10 pasien yang dirawat menggunakan kompres larutan madu dan 10 pasien dengan NaCl 0,9%.
Hasil menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat penyembuhan luka antara pasien yang dilakukan kompres Madu dan NaCl 0,9%. Nilai p masing-masing tingkat penyembuan luka berdasarkan luas luka dan waktu granulasi adalah 0,007 dan 0,001.
Madu lebih efektif daripada NaCl 0,9% terhadap tingkat penyembuhan luka.
Luka diabetic NaCl Madu
. (2014). Efektifitas Perawatan Luka dengan Madu dan NaCl 0,9% Terhadap Tingkat Penyembuhan Luka Ulcus DM di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. (Digital collection of academic papers, undergraduate thesis & research). Retrieved from https://repository.shb.ac.id